Lampung Bangkit

Sekolah Negeri Sepi Peminat, Hantoni Hasan: Ortu Pilih Sekolah Swasta karena Tak Terikat Zonasi

Hantoni Hasan menilai, fenomena sekolah negeri kekurangan murid ini perlu di cermati bersama semua pihak terkait.

|
Ist
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hantoni Hasan 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hantoni Hasan ikut menyoroti fenomena sekolah negeri di Kabupaten Lampung Tengah yang minim siswa pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2023/2024 lalu.

Adalah SDN 1 Komering Putih Kecamatan Gunung Sugih yang hanya mendapat tiga siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi.

Hantoni Hasan menilai, fenomena sekolah negeri kekurangan murid ini perlu di cermati bersama semua pihak terkait.

Jangan sampai kasus ini justru lama kelamaan bisa mencoreng dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Lampung.

Kasus ini, kata Hantoni, menggambarkan jika sistem penerimaan siswa baru yang diterapkan Kementerian Pendidikan sedang tidak baik-baik saja.

Bakal calon anggota DPR RI Dapil Lampung I ini mengutarakan, di beberapa daerah minimnya siswa yang mendaftar di sekolah negeri ada yang disebabkan sistem zonasi yang tidak tepat.

Karena ketidaktepatan penerapan sistem zonasi pada PPDB ini, orang tua justru memilih sekolah swasta karena sulit memasukkan anaknya ke sekolah negeri.

Disisi lain, minimnya siswa yang mendaftar ke sekolah negeri juga disebabkan faktor lain.

“Ada juga yang disebabkan memang kelebihan sekolah, khususnya SD atau berkurangnya anak usia sekolah SD. Sebagian juga disebabkan oleh banyak bermunculan sekolah swasta yang  mutunya lebih baik,” kata Hantoni.

“Fenomena sepinya siswa yang mendaftar di sekolah negeri seperti yang terjadi di SDN I Komering Putih jika tidak di cermati dan di evaluasi, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi dunia pendidikan kita,” papar Hantoni.

Orang tua akan berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah swasta karena mutu pendidikan dinilai lebih baik.

Selain itu, pilihan itu menjadi jalan pintas bagi orang tua lantaran dengan mudah anaknya diterima di sekolah swasta tanpa terikat dengan sistem zonasi pada PPDB.

“Selain mutunya lebih baik, sekolah swasta tidak terikat dengan sistem zonasi. Dengan mutu yang lebih baik serta lebih fkeksibel dalam menerima murid,” papar pengusung tagline Lampung Bangkit ini.

Jika ada yang kurang tepat dalam PPDB dengan sistem zonasi, Hantoni Hasan menyarankan agar ada evaluasi pada sistem ini.

Jika tidak, maka orang tua akan berlomba-lomba mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta dengan mutu yang lebih bagus dari sekolah negeri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved