Berita Terkini Nasional
Kuli Bangunan Bunuh Dosen UIN Surakarta karena Sakit Hati
Pelaku yang sakit hati kemudian merencanakan pembunuhan hingga berusaha menghilangkan jejak kejahatannya.
Pelaku mengaku saat bekerja mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan.
Ia dikatai oleh korban dengan sebutan tukang amatiran hingga tolol.
Perlakuan itu pelaku dapatkan karena korban menilai pekerjaannya tidak sesuai dengan harapan.
"Korban mengatakan hasil kerjanya (pelaku) jelek, juga dikatain tolol," kata Sigit.
Pelaku yang sakit hati kemudian merencanakan pembunuhan hingga berusaha menghilangkan jejak kejahatannya.
Kronologi pembunuhan
Dirangkum dari Kompas.com, kronologi pembunuhan bermula saat pelaku menyiapkan alat untuk melukai korban berupa pisau.
Benda tajam tersebut pelaku bawa dari lokasi proyek sebelumnya.
Singkat cerita, pelaku kemudian jalan kaki dari rumahnya untuk mendatangi korban pada Rabu (23/8/2023) tengah malam.
Waktu itu, korban sedang berada di rumah teman yang bersebelahan dengan rumahnya.
Pelaku masuk ke dalam rumah lewat dengan cara menaiki pagar.
Di dalam rumah, pelaku melihat korban sedang tidur di ruang tamu.
Pelaku langsung menodong korban untuk memintanya diam dan jangan berteriak.
Saat itu korban tidak bisa mengenali wajah pelaku lantaran memakai buff.
Ancaman pelaku tidak dihiraukan hingga korban berusaha melawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Dosen-UIN-Surakarta-Wahyu-Dian-Silviani.jpg)