Berita Lampung

837 Hektar Sawah di Lampung Utara Berpotensi Kekeringan Dampak El Nino

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Lampung Utara memperkirakan ada 837 hektare lahan pertanian padi yang berpotensi mengalami kekeringan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id
Ilustrasi kekeringan. 837 hektare lahan pertanian padi di Lampung Utara berpotensi mengalami kekeringan.  

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Dampak dari El Nino semakin dirasakan oleh petani di wilayah Kabupaten Lampung Utara

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Lampung Utara memperkirakan ada sekitar 837 hektare lahan pertanian padi yang berpotensi mengalami kekeringan. 

Baca juga: Polres Lampung Utara Sita 300 Botol Miras

Baca juga: Satgas Penanggulangan Kekeringan Lampung Utara Distribusikan Air Bersih

Karena itu, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Lampung Utara melakukan berbagai upaya dalam menanganinya. 

Seperti menyalurkan bantuan pompa air dan lainnya kepada masyarakat dan petani di Lampung Utara (Lampura). 

Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Lampura, Beniyanto menyebutkan, berdasarkan data sementara dari koordinator penyuluh (koorluh), dari 23 kecamatan ada sebanyak 837 hektar yang berpotensi mengalami kekeringan

"Kami telah menginventarisir daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan, akibat dampak el-Nino tahun ini," ujarnya, Sabtu (23/9/2023). 

Selain itu, pihaknya menyebutkan, telah melakukan upaya dengan memaksimalkan potensi air. 

"Selain sosialisasi guna mengantisipasi dampak kekeringan, kita juga memaksimalkan potensi air berada disekitar melalui gotong royong warga," lanjutnya. 

Menurut Beni, dari 837 hektar lahan sawah berpotensi kekeringan, yang mengalami kekeringan berat ialah di Kecamatan Abung Tinggi dengan 46 hektar dan Abung Semuli seluas 5 hektar. 

"Khusus di Kecamatan Abung Semuli, itu ada sekitar 55 hektar yang berpotensi mengalami nasib serupa," sebutnya. 

"Kalau potensi paling luas, itu ada di Kecamatan Abung Timur dan Surakarta (290)," sambungnya. 

Kendati demikian, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak  bendungan untuk memaksimalkan potensi air. 

"Namun itu, kita coba mengkomunikasikan kepada pihak bendungan (irigasi) Way Rarem. Untuk memaksimalkan keadaan," tuturnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan, untuk periode panen bulan September 2023 terdapat 1.391 hektar yang dipanen. 

Sehingga masih relatif aman dalam menyediakan pangan bagi masyarakat.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved