Berita Lampung

Tas Brand Esemu Buatan Model asal Lampung Rodricko Brayen Jr Tampil di Fashion Force Awards by JFW

Model kelahiran Bandar Lampung 31 Agustus 2002 Rodricko Brayen Jr membuat tas wanita dengan brand Esemu.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: taryono
Rodricko Brayen Jr
Foto-foto model bawa tas. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Model kelahiran Bandar Lampung 31 Agustus 2002 Rodricko Brayen Jr membuat tas wanita dengan brand Esemu.

Tas tersebut ikut serta dalam Fashion Force Awards by Jakarta Fashion Week di City Hall lantai 5 PIM 3 Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2023).

Melalui sambungan telepon, Selasa (31/10/2023), Brayen mengatakan saat Fashion Force Awards by Jakarta Fashion Week konsep tas Esemu adalah Sedap Malam Flowers: The Mysterious Night Bloom.

Brayen memilih bunga sedap malam sebagai konsep karena ibunya  sangat menyukai bunga sedap malam, sebab bunga sedap memiliki wangi yang semerbak dan bentuk yang sangat cantik. 

Selain itu bunga sedap malam juga memiliki banyak arti. Seperti sering di sebut sebagai simbol kemurnian dan 
kedamaian, mempunyai daya tarik misterius dimalam hari, serta merupakan simbol mitos dan misteri. 

Selain itu bunga sedap malam yang sudah ditetapkan sebagai flora Indonesia asal Jawa ini menurut mitos 
dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan.

Bunga sedap malam pun dipercaya membawa rezeki, keberuntungan hingga kemuliaan. 

Saat Fashion Force Awards by Jakarta Fashion Week, Brayen berkolaborasi dengan Jonathan Andy Tan sebagai Fashion Director. 

Brayen juga disupport oleh Kata Semesta sebagai textille partner dan Kosong.ltd sebagai shoes partner.

Brayen menceritakan Esemu merupakan brand tas yang sudah ada sejak tahun 2022. Arti nama Esemu adalah senyummu. 

Tas Esemu adalah tas wanita. Alasan Brayen memilih membuat tas wanita, karena Brayen melihat kebanyakan wanita suka dengan fashion yang salah satunya adalah tas.

"Bahkan ada wanita yang karena suka banget sama tas sampai gonta ganti tas," kata Brayen.

Semua tas Esemu adalah tas yang didesain Brayen sendiri, dan untuk pembuatan tasnya, Brayen dibantu timnya.

Menurut Brayen, semua tas Esemu adalah tas handmade atau tas buatan tangan.

Tas Esemu terbuat dari bahan kulit vegan. Alasan Brayen memilih bahan kulit vegan, karena bahan kulit vegan ramah lingkungan.

Dalam satu bulan Brayen bisa membuat hingga 100 pcs tas

Setiap kali Brayen mendesain dan membuat tas konsepnya selalu berbeda. Hal ini dilakukan Brayen, karena Brayen ingin tasnya menjadi tas yang limited edition.

Tas-tas yang sudah dibuat itu dijual Brayen di Tokopedia dengan nama Esemu, Shopee dengan nama Esemu Official Shop, Instagram dengan nama @esemuofficial, serta di toko Playdate dan Sonderlab.

Tas-tas itu sudah terjual di Jabodetabek, Kalimantan, Sumatera yang salah satunya Lampung, Brunei Darusalam, Australia, dan Malaysia 

Selama Brayen mendesain dan membuat tas, satu satunya kesulitan yang dialami Brayen adalah melakukan riset tas apa yang sedang digandrungi wanita atau yang sedang tren dikalangan wanita.

"Aku harus riset dahulu karena aku kan pria, kalau aku tidak riset khawatirnya tas yang aku buat tidak sesuai dengan keinginan wanita atau sedang tidak tren," ucap Brayen.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved