Narapidana Tewas di Bandar Lampung

Napi LP Kelas I Bandar Lampung Diduga Depresi Sebelum Akhiri Hidup

Narapidana yang tewas mengakhiri hidup di kamar mandi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Bandar Lampung dikenal sosok yang pendiam dan tertutup.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: taryono
Dokumentasi
Jenazah korban saat mendapat penanganan petugas Lapas 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Narapidana yang tewas mengakhiri hidup di kamar mandi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Bandar Lampung dikenal sosok yang pendiam dan tertutup.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Kelas I Bandar Lampung, Febriansyah mengatakan, korban diduga nekat mengakhiri hidup lantaran depresi.

Pasalnya, selama 4 tahun lebih menjalani hukuman di Lapas Rajabasa, Korban tidak pernah dibesuk oleh keluarganya.

Adapun korban bernama Usman (27), narapidana kasus narkotika yang ditangkap di wilayah Lampung.

Korban sendiri merupakan warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

"Korban ini berdasarkan pengakuan teman sekamarnya merupakan sosok pendiam dan tertutup," kata Febriansyah, Rabu (22/11/2023).

"Sebelumnya korban juga diduga mengalami gejala cemas, karena dia juga sering ngomong sering pakai bahasa daerahnya sendiri," imbuhnya.

Menurut Febriansyah, korban diduga mengakhiri hidup karena depresi.

"Kemungkinan (mengakhiri hidup) karena stres, soalnya selama hampir lima tahun di sini belum pernah dibesuk keluarga," kata dia.

Namun, kata Febriansyah, Korban merupakan sosok yang taat dan aktif mengikuti kegiatan di Lapas.

Lanjut Febri, sebelum nekat mengakhiri hidup, Korban telah menjalani hukuman selama lebih dari 4 tahun dari 15 tahun masa tahanan.

"Yang bersangkutan divonis 15 tahun penjara, sisa pidana yang bersangkutan adalah 10 tahun 10 bulan," jelasnya.

Lebih lanjut Febriansyah mengatakan pihaknya bakal melakukan pembinaan lanjutan kepada warga binaan Lapas setempat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Stres itu biasanya karena tekanan psikis, jadi solusinya adalah dilakukan pembinaan, seperti kegiatan ibadah, olah raga, ataupun kesenian,"

"Kami juga akan melakukan sidak rutin untuk meningkatkan keamanan," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved