Berita Lampung
18 Gajah Liar Masuk ke Perkebunan Warga Ngambur Pesisir Barat, Kerugian Rp 1 Miliar
Peratin Pekon Ulok Mukti A Hibzon mengatakan, ada sekitar 18 ekor gajah liar yang terpantau masuk ke perkebunan warga.
Penulis: saidal arif | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Kawanan gajah liar kembali masuk ke perkebunan warga di Pekon Ulok Mukti, Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat, Lampung.
Peratin Pekon Ulok Mukti A Hibzon mengatakan, ada sekitar 18 ekor gajah liar yang terpantau masuk ke perkebunan warga.
Sebelumnya, kata dia, kawanan gajah liar ini sempat diusir untuk kembali ke kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
"Kawanan gajah ini beberapa waktu lalu sempat berhasil diusir kembali ke TNBBS," ungkapnya, Senin (4/12/2023).
Namun, dalam beberapa hari ini belasan gajah liar kembali masuk ke perkebunan warga.
Akibatnya, perkebunan dan rumah semipermanen yang dilalui kawanan gajah liar itu mengalami kerusakan.
Kerugian yang dialami warga diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
"Kalau kerugian diperkirakan lebih kalau Rp 1 miliar. Karena kebun dan gubuk yang dilalui pada rusak semua," bebernya.
Dijelaskannya, kawanan gajah ini datang ke lokasi tersebut pertama kali pada Senin (27/11/2023) lalu.
Warga bersama petugas kehutanan sebenarnya sempat berhasil menghalau gajah kembali ke TNBBS.
"Tapi itu tadi, kembali lagi masuk ke perkebunan,"imbuhnya.
Ia tidak sependapat jika disebut lokasi itu menjadi jalur perlintasan gajah.
Sebab, kali terakhir kawanan gajah liar masuk ke daerah setempat pada 1994 silam.
Bahkan saat itu bukan hanya masuk ke dalam kawasan perkebunan, tapi sampai ke permukiman.
"Terakhir kawanan gajah liar ini datang pada tahun 1994, setelah itu tidak pernah lagi terlihat," ujarnya.
Saat ini warga bersama instansi terkait terus berjaga untuk menghalau kawanan gajah liar itu agar tidak masuk ke permukiman.
Ia mengimbau warga sekitar agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Ia juga berharap pemerintah setempat dapat memberikan bantuan kepada warga yang kebunnya dirusak oleh gajah.
"Harapan kita agar kawanan gajah ini bisa segera kembali ke habitatnya agar tidak mengganggu masyarakat yang akan mencari nafkah," kata dia.
"Kita juga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada korban yang kebunnya rusak agar beban mereka bisa diringankan," sambungnya.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pesisir Barat Dadang Triana Hadi mengatakan, petugas bersama warga melakukan ronda malam untuk berjaga-jaga jika ada kawanan gajah masuk ke permukiman.
"Petugas bersama warga melakukan ronda malam untuk berjaga-jaga. Kita juga terus berupaya agar kawanan gajah itu bisa kembali masuk ke dalam hutan," ucapnya.
Warga diminta membuat bunyi-bunyian agar dapat mengusir kawanan gajah liar kabur ke dalam kawasan TNBBS.
"Harapan kita, mudah-mudahan kawanan gajah liar itu bisa segera kembali ke TNBBS," tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Saidal Arif)
Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini 30 Agustus 2025, Hujan Ringan hingga Sedang |
![]() |
---|
Polresta Maksimalkan Upaya Jaga Keamanan Bandar Lampung |
![]() |
---|
Kapolres Pringsewu Ajak Warga Jaga Kondusifitas Pasca Insiden Jakarta |
![]() |
---|
Klarifikasi Dokter RSUDAM Billy Rosan atas Kasus Meninggalnya Bayi Alesha |
![]() |
---|
DKL Bersiap Sambut Pameran dan Konser Musik Anak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.