Teror Harimau di Lampung Barat

DLH Lampung Barat Imbau Warga Berhati-hati Keluar di Jam Aktif Harimau

DLH Pemkab Lampung Barat buka suara terkait peristiwa harimau yang kerap muncul hingga menerkam warga Suoh dan BNS.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Kepala DLH Lampung Barat, M Henry Faisal. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - DLH Pemkab Lampung Barat buka suara soal peristiwa harimau yang kerap muncul hingga menerkam warga Suoh dan BNS.

Kepala DLH Pemkab Lampung Barat, M Henry Faisal mengimbau warga yang ada id Kecamatan Suoh dan BNS untuk berhati-hati terhadap satwa liar harimau ini.

“Kalau dari DLH Pemkab Lampung Barat intinya terus mengimbau warga agar berhati-hati ketika keluar di jam aktif harimau,” ujarnya, Kamis (22/2/2024).

“Harimau mulai aktif pada sore hingga malam hari. Untuk itu dimohon berhati-hati, hindari aktivitas ke kebun pada jam-jam itu,” terusnya.

Selain itu, pihaknya juga terus berupaya dengan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi permasalahan konflik hewan dan manusia ini.

“Tentunya kami terus berkoordinasi dengan pihak BKSDA dan Resort Suoh untuk mengatasi permasalahan ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, BKSDA Lampung bakal turun ke Suoh dan BNS Lampung Barat guna menindaklanjuti peristiwa harimau yang terus meneror warga setempat.

Rencananya, BKSDA Lampung akan bertolak ke Suoh Lampung Barat hari ini dengan membawa peralatan lengkap untuk mengatasi permasalahan konflik manusia dan satwa liar harimau ini.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala TNBBS Resort Suoh Lampung Barat, Sulki mendampingi Kepala TNBBS Bidang Wilayah II Liwa, Amri.

“Tim BKSDA akan turun hari ini Kamis (22/2/2024) dan membawa perlengkapan termasuk perangkap,” ujar dia.

“Rencananya satwa tersebut nantinya akan di evakuasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Berdasarkan hasil analisa dari tim BBTNBBS, Bidang Wilayah II Liwa, Resort Suoh bersama tim WRU dan tim gabungan lainnya, harimau yang meneror warga itu jumlahnya lebih dari satu.

Hal itu berdasarkan jejak kaki yang ditemukan setidaknya di dua lokasi berbeda dan hasil kamera trap yang terpasang.

Diketahui, kamera itu terpasang di lokasi Gunarso (47) warga Pemangku Sumber Agung II, Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh yang tewas diterkam harimau.

“Melihat jejak kaki dan juga hasil rekaman dari kamera trap yang berdurasi sekitar dua menit, bisa dipastikan Gunarso tewas diterkam harimau,” sebutnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved