Berita Lampung
Tips Anti Dehidrasi saat Puasa, Minimal Minum 4 Gelas Air Putih Ketika Sahur
Saat sedang puasa, yang paling utama harus diperhatikan adalah cukupnya cairan yang masuk ke dalam tubuh.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Saat sedang puasa, yang paling utama harus diperhatikan adalah cukupnya cairan yang masuk ke dalam tubuh.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung dr Josi Harnos mengatakan, cukupnya cairan dalam tubuh untuk memastikan tubuh tidak lemas saat puasa.
Apalagi, selama puasa cairan dalam tubuh bisa berkurang kapan saja, misalnya melalui air kencing dan keringat
"Kalau cairan berkurang, sementara cairan dalam tubuh jumlahnya tidak cukup, bisa-bisa saat puasa lemas," kata dr Josi, Jumat (8/3/2024).
Untuk mencukupi cairan dalam tubuh tetap harus minum air putih 2 liter atau 8 gelas satu hari walaupun sedang puasa.
Hanya saja, cara minum air putihnya beda dengan minum disaat sedang tidak puasa.
Cara minumnya yakni minum 4 gelas saat sahur, dan minum 4 gelas lagi saat buka puasa.
Sedangkan mengenai makanan, dr Josi membolehkan makan makanan apa saja, termasuk makanan yang pedas.
Tapi dr Josi menyarankan agar makanan yang dimakan jumlahnya tidak berlebihan tapi tidak juga kekurangan.
Makanannya pilihlah makanan yang proses pengolahannya pendek, jangan pilih makanan yang proses pengolahannya ribet.
"Sebab, semakin ribet proses pengolahan makanan, maka saat makanan masuk kedalam tubuh, akan ribet juga tubuh mengkonversikan jadi energi, dan akhirnya malah jadi masalah lagi," ucap dr Josi.
Sebaliknya jika proses pengolahan makanan simpel, maka saat makanan masuk kedalam tubuh, akan lebih mudah juga tubuh mengkonversikan jadi energi, dan tubuh jadi lebih sehat
dr Josi mencontohkan, orang-orang tua zaman dulu banyak yang tubuhnya sehat dan panjang umur.
Salah satu penyebab sehat dan panjang umur itu karena orangtua zaman dulu banyak yang makan makanan yang simpel, seperti singkong rebus.
Jangan Takut Asam Lambung Naik
| Kementerian PU Anggarkan Rp 5 Miliar untuk Roadmap Penanganan Banjir Bandar Lampung |
|
|---|
| PBB-P2 Pesawaran Awal 2026 Masih Rendah, Distribusi SPPT Jadi Penentu Percepatan |
|
|---|
| Sumarsono Desak Percepatan Normalisasi Irigasi demi Pemerataan Air Petani Lampung Tengah |
|
|---|
| Kronologi Penikaman Maut di Lampung Tengah, Konflik Keluarga Berujung Tewasnya Pria 37 Tahun |
|
|---|
| Mayoritas Pedagang Pasar Tradisional di Pringsewu Taat HET Minyakita Rp15.700 per Liter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ketua-Ikatan-Dokter-Indonesia-IDI-Wilayah-Lampung-dr-Josi-Harnos.jpg)