Berita Lampung
Tim Rescue Harimau Siapkan Sniper dan Jebakan
Tim yang dinamai Tim Rescue Harimau ini akan melakukan penangkapan harimau menggunakan tembakan bius dan jebakan yang akan dipasang di beberapa titik.
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Upaya penangkapan harimau yang meneror warga Kecamatan Suoh dan BNS, Lampung Barat oleh tim dari Taman Safari Indonesia (TSI) mulai dilakukan.
Tim yang dinamai Tim Rescue Harimau ini akan melakukan penangkapan harimau menggunakan tembakan bius dan jebakan yang akan dipasang di beberapa titik potensial di Suoh dan BNS Lampung Barat.
Bahkan pihaknya telah menyiapkan strategi yang dinilai efektif untuk menangkap harimau yang telah membuat dua orang korban meninggal dunia dan satu orang luka berat di Suoh dan BNS Lampung Barat.
“Tim satgas gabungan kemarin kan sudah melakukan trapping ya. Kita nanti akan melakukan evaluasi traping tersebut,” kata salah satu anggota tim, dr Dito, Kamis (14/3/2024).
“Setelah itu kita juga akan meminta info titik konflik harimau dan manusia itu di mana saja. Jadi kita mapping area keberadaan harimau tersebut,” sambungnya.
Kemudian pihaknya juga akan mengecek beberapa jebakan yang sudah dipasang sebelumnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya juga akan rutin melakukan patroli agar bisa segera menangkap harimau tersebut.
“Kita akan patroli dan siap menggunakan obat bius. Jadi kalau saat harimaunya tidak masuk jebakan atau saat kita patroli ketemu bisa langsung kita bius dengan perhitungan yang tepat,” ungkapnya.
“Jarak itu senapan 30-50 meter. Senapan bius yang mengenai tubuh harimau akan mulai bereaksi sekitar 10 menit dan waktu tidurnya bisa 1 sampai 2 jam,” terusnya.
Jika diperlukan, lanjut dia, waktu bius harimau bisa ditambah.
Namun jika sekiranya harimau sudah tidur, tim bisa langsung dievakuasi ke tempat yang aman.
Ia menambahkan, harimau yang ditangkap dipastikan tidak akan membahayakan selama proses pembiusan berlangsung.
“Karena berdasarkan pengalaman, kita kan ramai saat proses biusnya. Jadi harimau gak akan nyerang. Seringnya kalau sudah ketembak pasti bakal lari,” tuturnya.
“Nah, selama dia lari itu kita bisa pantau dan kita perkirakan dia lari ke arah mana. Dan setelah 10 menit kita cari dia tidur di mana dan akan kita tangani,” pungkasnya.
Pemkab Lampung Barat menghadirkan Tim Konflik Satwa Liar Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung.
Hadiri Apkasi, Bupati Egi Bawa Olahan Makanan Khas Daerah hingga Kerajinan Tangan UMKM |
![]() |
---|
Bupati Lampung Selatan Raih Penghargaan Pemimpin Muda Terbuka terhadap Kritik |
![]() |
---|
Ojol Lampung Kecam Oknum Brimob yang Lindas Driver Ojol Sampai Tewas |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini 29 Agustus 2025, Sebagian Besar Wilayah Berawan |
![]() |
---|
Tribun Lampung Bakal Gelar Even RUN Lampung 10K 2025, Total Hadiah Puluhan Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.