Berita Lampung

Omzet BUMDes di Lampung Rata-rata Rp 5 Miliar Setahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung Zaidirina mengatakan, BUMDes merupakan program andalan Gubernur Lampung.

Penulis: Agustina Suryati | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung Zaidirina mengatakan, Bumdes merupakan program andalan Gubernur Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Omzet Badan Usaha Milik Daerah (BUMDes) di Lampung rata-rata mencapai Rp 5 miliar per tahun.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung Zaidirina mengatakan, BUMDes merupakan program andalan Gubernur Lampung.

Kini ada sebanyak 2.446 desa yang memiliki BUMDes.

Zaidirina menerangkan, Bumdes ada dua jenis, yakni BUMDes biasa dan BUMDes Bersama.

Desa yang memiliki BUMDes masuk kategori desa berkembang, maju, dan mandiri.

Di Lampung ada sekira 500 desa yang masuk kategori desa mandiri.

Sementara 1.000 lebih desa masuk kategori desa maju.

"Yang masuk dalam kategori desa maju memang persentasenya lebih banyak dari yang mandiri. Mungkin sekira 1.000-an. Bahkan ada BUMDes Bersama kita yang omzetnya sudah sampai Rp 10 miliar ke atas," katanya saat dihubungi Tribun Lampung, Rabu (20/3/2024).

Apabila dilihat dari rata-rata pendapatannya, lanjutnya, dalam satu tahun omzet rata-rata BUMDes sebesar Rp 5 miliar.

Sementara dilihat dari pendapatan per hari, melalui warung sehat yang juga disokong oleh PT Kimia Farma Apotek (KFA) BUMDes yang sudah berjalan baik di Lampung Tengah dan Lampung Timur rata-rata sukses menghasilkan pendapatan minimal Rp 5 juta.

Lalu BUMDes yang telah bekerja sama untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagai agen Laku Pandai Bank Lampung dengan menggunakan aplikasi E-Samdes dan Lsmart, diketahui telah tercatat kini sebanyak 277 desa, dari sebelumnya hanya 168 desa.

"Ini sudah berjalan baik, tapi masih banyak yang mengajukan karena memang syaratnya juga agak rumit. Ada sekira 200-an lagi yang sudah mengajukan diri untuk kerja sama E-Samdes dan Lsmart," katanya.

Pihaknya mengaku bersyukur saat ini tidak ada lagi desa tertinggal dan desa sangat tertinggal di Lampung.

"Syukur alhamdulillah saat ini di Provinsi Lampung sudah tidak ada lagi desa yang tertinggal dan desa sangat tertinggal. Jadi sekarang desanya sudah berkembang, maju, dan mandiri," katanya.

(Tribunlampung.co.id/Agustina Suryati)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved