Berita Lampung

Tak Lebih dari 24 Jam, Begal Motor Asal Lampung Tengah Didor Polisi Usai Curi Motor Warga Metro

Pelaku begal di Kota Metro berhasil ditangkap Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Metro dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Teguh Prasetyo
Dokumentasi Humas Polres Metro 
Begal Motor Asal Lampung Tengah Didor Polisi Usai Curi Motor Warga Metro. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pelaku begal di Kota Metro berhasil ditangkap Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Metro dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id dari pihak kepolisian, pelaku begal itu bernama Firnando Perkasa (24), warga Kecamatan Way Pungubuan, Lampung Tengah.

Tersangka Firnando diberikan tindakan tegas terukur oleh pihak kepolisian lantaran sempat melawan saat akan diringkus.

Tersangka Firnando Perkasa ditangkap setelah aksi kejar-kejaran dengan polisi di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, Metro.

Tersangka Firnando yang merupakan satu dari empat tersangka begal itu dibekuk selang satu jam usai komplotannya berhasil mencuri satu unit sepeda motor merek Honda Beat tahun 2023 warna hijau milik korban Retno Sutiani, warga Kelurahan Margodadi, Kecamatan Metro Selatan.

Kasat Reskrim, Polres Metro, IPTU Rosali mengatakan, aksi pencurian motor yang dilakukan komplotan begal itu dilakukan, pada Selasa (11/6/2024) lalu, sekitar pukul 07.00 WIB.

Ia menambahkan, komplotan begal ini telah melakukan aksi pembegalan motor di beberapa wilayah Kota Metro.

"Tersangka ini beraksi di wilayah Metro Selatan, yang mana TKP di wilayah Metro Selatan itu ada sekitar 2 TKP dan wilayah lainnya yang cukup banyak," ujar dia, Rabu (12/6/2024).

"Kami mengamankan satu orang pelaku curanmor tadi. Sebelum itu, salah satu pelaku sempat melakukan perlawanan dengan meletuskan senpi, namun satu orang pelaku atas nama Firnando Perkasa berhasil kita amankan," terangnya.

Kasat menyebut, tersangka saat diamankan membawa senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya.

"Untuk tersangka yang kita dapatkan ini juga membawa senjata berupa sajam. Senjata tajam itu diselipkan di pinggangnya," tambahnya.

Ia mengungkapkan, komplotan pelaku begal yang tergabung dengan tersangka Firnando teridentifikasi sebagai komplotan yang tergolong sadis saat melancarkan aksinya.

Komplotan begal ini bahkan tak segan melukai korbannya apabila melakukan perlawanan.

"Mereka ini adalah kelompok yang sangat sadis, apabila korban melakukan perlawanan maka mereka akan meletuskan senjata api," jelasnya.

"Saat penangkapan tadi juga temannya sempat meletuskan senjata, kemudian dilakukan pengejaran oleh Tekab 308, tapi tersangka sementara ini masih melarikan diri. Baru salah satu dari pelaku yang berhasil kita dapatkan pada saat melarikan diri," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved