Berita Lampung

Fakta Miris Tahanan di Lampung Tewas Dipaksa Rekannya Telan Sabu

Adams Ferdiyanto (23), pria yang tewas karena diduga menelan sabu, ternyata berstatus tahanan Polres Pesawaran.

Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Pihak keluarga menunjukkan foto Adams Ferdiyanto semasa hidupnya, Kamis (4/7/2024). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Adams Ferdiyanto (23), pria yang tewas karena diduga menelan sabu, ternyata berstatus tahanan Polres Pesawaran

Nyawa warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung itu tak tertolong meski sempat dilarikan ke ke RS Bhayangkara, Sabtu (15/6/2024) lalu. 

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah Astutik mengungkapkan, Adams diduga menelan paket sabu hingga akhirnya meninggal dunia. "Memang pria ini tiba-tiba kesakitan diduga menelan narkoba jenis sabu," ujar Umi, Jumat (5/7/2024). 

Saat itu, terus Umi, anggota Polres Pesawaran membawa Adams ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.

"Pria tersebut dirontgen. Hasilnya, ada benda di bagian usus dan lambung sehingga yang bersangkutan tidak tertolong. Sebelum meninggal dunia, pria itu ketemu keluarganya dan mengakui telah menelan sabu," jelas Umi. 

Nurhayati (47), ibu Adams Ferdiyanto, mengatakan, anaknya diduga menelan sabu yang diberikan oleh rekannya, Jumat (14/6/2024).

Ia akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara, Bandar Lampung, Sabtu (15/6/2024) pukul 11.00 WIB. 

"Saat di RS Bhayangkara (Adams) posisinya diborgol oleh polisi. Saya tidak tahu kenapa anak saya diborgol oleh polisi," kata Nurhayati, Kamis (4/7/2024). 

“Sampai di rumah sakit pagi jam sembilan, Adams kejang-kejang. Dia bilang lapar dan minta maaf ke saya," lanjutnya. 

Sebelum meninggal dunia, terus Nurhayati, Adams sempat bercerita kronologi peristiwa yang membuatnya terpaksa menelan paket sabu

“’Saya lagi kerja dijemput sama Ari. Saya nolak, tapi akhirnya dipaksa ikut ke Tegineneng.’ Jadi anak saya itu diajak ke Tegineneng sama Ari, orang sekitar sini juga. Pada saat di perjalanan, polisi mencegat dia dan temannya di Tegineneng," imbuhnya.

Ari, kata Nurhayati lagi, saat itu panik dan langsung mengeluarkan sabu dari sakunya.

Kemudian ia menyuruh Adams untuk menelan barang haram tersebut. 

Di sisi lain, ia menyesalkan penanganan polisi yang terkesan lamban.

Menurut dia, jika segera mendapatkan penangan medis, mungkin saja nyawa anaknya bisa tertolong.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved