Autopsi Korban Duel Maut di Metro
Autopsi Korban Duel Maut di Metro Dilakukan Demi Kepastian Hukum
Kasat Reskrim Polres Metro Lampung Iptu Rosali mengaku autopsi korban duel maut dilakukan demi memenuhi unsur penyidikan.
Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kasat Reskrim Polres Metro Lampung Iptu Rosali mengaku autopsi korban duel maut dilakukan demi memenuhi unsur penyidikan.
Selain itu, autopsi korban juga demi memberikan kepastian hukum perihal penyebab kematian korban bernama Indra Jaya.
"Saya mewakili Kapolres, dalam hal ini kami untuk memenuhi unsur dari penyidikan, harus ada somasi atau autopsi dari korban penganiayaan sehingga meninggal dunia,"
"Untuk ada kepastian hukumnya," kata dia saat ditemui awak media di TPU Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Metro, Jumat (12/7/2024).
Ia menyebutkan, proses autopsi telah dilakukan sejak pukul 07.00 WIB.
"Kita mulai dari jam 7 pagi hingga sekarang (pukul 11.30 WIB) ada sekitar 4 jam ini sampai saat ini masih sedang berjalan," tukasnya.
Bukan Warga Sekitar
Ketua RT 19, RW 05, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Metro, Lampung menyebut tenda pembongkaran makam korban duel maut telah ada sejak Jumat (12/7/2024) pagi.
Ketua RT 19, RW 05, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Metro, Lampung Aan mengaku, dirinya telah mendapatkan informasi pembongkaran makam korban sejak Kamis (11/7/2024) lalu.
"Dari kemarin sudah dapat informasi kalo hari ini mau ada autopsi, tendanya dari tadi pagi saya lihat sudah ada," kata dia saat ditemui Tribunlampung.co.id.
"Informasinya itu autopsi di tempat," sambung dia.
Menurutnya, korban duel maut yang dimakamkan di TPU Mulyojati, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Metro, bukan merupakan warga setempat.
"Gak tau kalau mau dimakamin di situ, gak tau yang minta dimakamin di situ," ujar dia.
"Karena mekanismenya kalau mau dimakamin di sini setahu saya dilihat dulu dia warga mana. Jadi (korban) dimakamin di sini informasinya banyak keluarganya di 16B," paparnya.
Aan mengatakan dirinya kurang mengetahui keseharian almarhum semasa hidupnya.
"Saya gak tahu kesehariannya seperti apa. Informasinya korban ini orang Sukadamai, Lampung Selatan, kalau pekerjaannya setahu saya sopir mikrolet," tukasnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kasat-Reskrim-Polres-Metro-Lampung-Iptu-Rosali.jpg)