Pilkada Lampung

Warga Tejoagung Metro Lampung Ngaku Belum Dicoklit, KPU Klaim Progres 100 Persen

Bima Alif Afiv, warga RT 032, RW 008, Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Metro, Lampung mengaku belum dicoklit oleh Pantarlih.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/M Humam
Bima Alif Afiv, warga RT 032, RW 008, Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Metro, Lampung mengaku belum dicoklit oleh Pantarlih. 

 

Warga Tejoagung Metro Lampung Ngaku Belum Dicoklit, KPU Klaim Progres Coklit Telah 100 Persen

Tribunlampung.co.id, Metro- Seorang warga Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Metro, Lampung mengaku belum dilakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) oleh Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) hingga Kamis (18/7/2024).

Sedangkan, berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunlampung.co.id dari laman resmi Instagram KPU Kota Metro, Lampung sampai kini progres coklit telah mencapai 100 persen.

Menurut Bima Alif Afiv, warga RT 032, RW 008, Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Metro, Lampung dirinya mengaku belum dicoklit oleh Pantarlih.

Sedangkan, lanjut dia, pihak keluarga yang tinggal bersama dirinya dalam kediaman yang sama telah dicoklit.

"Posisi saya lagi di luar Metro, terus pulang, saya melihat ada stiker coklit di rumah, selembar doang," kata dia kepada Tribunlampung.co.id.

"Itu ada nama tante sama mbak, karena di rumah ada dua KK (Kartu Keluarga), KK mbah dan tante, tapi saya pisah KK, saya sendiri dan adek," tambahnya.

Ia mengaku, hingga hari ini pihaknya belum dikabari oleh pihak Pantarlih maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tejoagung.

"Pantarlih waktu coklit ke rumah itu gak dikabarin, gak dikabarin sama orang rumah juga gak dikabarin," tuturnya.

"Stiker punya mbah ada, punya saya gak ada. Adanya yang Pemilu 2024 kemarin," paparnya.

Bima yang juga pengurus Karang Taruna Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Metro, itu mengaku kaget dengan adanya klaim progres 100 persen dari KPU Metro.

"Ya kaget aja, belum dicoklit tapi belum masuk DPT, harusnya dicoklit lah gitu," tukasnya.

"Udah sempat lapor ke Karang Taruna Kelurahan Tejoagung, harapannya ya dicoklit, karena sudah diklaim 100 persen oleh KPU (Pencoklitan)," bebernya.

Sementara, Ketua Karang Taruna Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Metro, Bangkit Yuda mengaku kecewa dengan kinerja PPS Kelurahan Tejoagung.

"Tentu saya kecewa oleh jajaran KPU, terkhususnya PPS Tejoagung dan Partarlih, karena ketidakpiaawayan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya," kata Bangkit.

"Satu tidak memilih secara baik pantarlih, kedua tidak memonitor langsung terkait warganya," tegasnya.

Ia berharap, KPU Kota Metro tidak klaim sepihak dengan progres coklit yang telah 100 persen.

"Yang belum dicoklit ini adalah pengurus Karang taruna Tejoagung, bahkan beliau ini mantan KPPS saat Pemilu 2024. Untuk Pemilu 2024, kemarin beliau dicoklit secara langsung bahkan dia petugas KPPS Pemilu di Tejoagung," jelasnya.

"Harapan saya, untuk KPU beserta jajaran itu tidak klaim sepihak terkait coklit yang sudah 100 persen itu, sedangkan di lapangan buktinya tidak 100 persen," lanjut dia.

Bangkit menyebut, pihaknya akan terus mengawal terus progres coklit agar warga setempat tidak kehilangan hak pilihnya pada Pilkada 2024.

"Upaya kami terkait pencoklitan ini, akan selalu mengawal untuk warga agar tidak kehilangan hak pilihnya. Dan kedua kami akan bersinergi dengan Bawaslu khususnya Panwas Metro Timur terkait hal tersebut, Kita akan melakukan pelaporan," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved