Pilkada 2024

Pilkada 2024 Lawan Kotak Kosong, Pengamat Sebut Kemunduran Parpol

Isu Pilkada 2024 di Lampung melawan kotak kosong dinilai menjadi satu kemunduran bagi partai politik alias parpol yang ada di Lampung.

Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
Akademisi Hukum Administrasi Negara Universitas Lampung (Unila) Satria Prayoga saat diwawancarai, Jumat (9/8/2024). Menurut Satria, Pilkada 2024 di Lampung melawan kotak kosong menjadi satu kemunduran bagi partai politik alias parpol yang ada di Lampung. Hal tersebut lantaran parpol tak mampu memunculkan kader terbaiknya untuk bertarung dalam Pilkada 2024. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Isu Pilkada 2024 di Lampung melawan kotak kosong dinilai menjadi satu kemunduran bagi partai politik alias parpol yang ada di Lampung.

Hal tersebut lantaran parpol tak mampu memunculkan kader terbaiknya untuk bertarung dalam Pilkada 2024.

Pernyataan tersebut disampaikan akademisi Hukum Administrasi Negara Universitas Lampung (Unila) Satria Prayoga.

Diketahui, sejumlah wilayah di Lampung disinyalir lawan kotak kosong pada Pilkada 2024.

Pasalnya, H-18 hari pendaftaran bakal calon kepala daerah di KPU, partai politik cenderung memberi rekomendasi terhadap satu bakal calon, di daerah tertentu.

Seperti di Kabupaten Lampung Barat, nyaris seluruh partai politik yang memiliki kursi hasil Pilkada 2024, memberi rekomendasi terhadap bakal calon Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus.

Kemudian di Lampung Tengah, baru-baru ini mayoritas rekomendasi parpol mengarah ke Musa Ahmad.

Begitu juga di Pesawaran, ada nama Nanda Indira yang meraih rekomendasi dari berbagai partai politik.

Lalu bergeser ke Tulangbawang Barat nama Novriawan dan Nadirsyah nyaris memborong rekomendasi partai. 

Sementara di Lampung Timur, nama Ella Siti Nuryamah juga telah meraih rekomendasi dari mayoritas partai politik parlemen.

Satria Prayoga menilai fenomena kotak kosong dalam Pilkada adalah kemunduran parpol dalam menciptakan kader menjadi kepala daerah.

Menurutnya, calon tunggal pada Pilkada bukan terjadi kali ini saja.

Namun, pada Pilkada sebelumnya juga ada fenomena kotak kosong.

“Ini bukan kemunduran demokrasi, karena demokrasi kita memegang teguh pada prosedur yang harus terpenuhi."

"Saya melihat ini kemunduran partai politik dalam menciptakan kader untuk maju di Pilkada 2024,” kata Satria Prayoga, Jumat (9/8/2024).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved