Berita Lampung

Densus 88 Dampingi 758 Anggota Jamaah Islamiyah Lampung Bubarkan Organisasi

Densus 88 Anti Teror Polri mendampingi pembubaran organisasi Jamaah Islamiyah (JI) di Provinsi Lampung yang diikuti 758 orang.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Dok Humas Polda Lampung
Ratusan Jamaah Islamiyah di Provinsi Lampung membubarkan diri dan bergabung kembali ke NKRI. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri mendampingi pembubaran organisasi Jamaah Islamiyah (JI) di Provinsi Lampung. 

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan, Densus 88 mendampingi pembubaran organisasi JI tersebut. 

"Dengan adanya pembubaran JI ini para anggota Jamaah Islamiyah telah kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Umi Fadilah Astutik, Jumat (23/8/2024). 

Anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Provinsi Lampung secara sadar diri mengadakan deklarasi untuk membubarkan organisasi tersebut.

"Mereka ada 700an orang telah kembali ke pangkuan NKRI dengan mengikuti deklarasi pembubaran," kata Kombes Umi. 

Ia mengatakan, deklarasi tersebut merupakan kesadaran diri dari para jemaah eks JI bahwa organisasi tersebut terlarang. 

Para jamaah yang melaksanakan deklarasi ini sudah kembali ke NKRI dan siap mengikuti peraturan di negara Indonesia. 

"Jika terdapat pelaku terorisme dapat dipastikan bahwa itu bukan bagian dari anggota JI dikarenakan organisasi tersebut telah resmi dibubarkan," kata Kombes Umi. 

Sementara itu, mantan Ketua Majelis Fatwa Jemaah Islamiyah, Indiham As Syafi'i mengatakan, anggota JI terdapat 758 orang yang telah resmi menyatakan bubar dan setia kepada NKRI. 

"Saya berterima kasih kepada masyarakat dan rekan-rekan di Lampung atas dukungannya terhadap keputusan ini," kata Indiham. 

Ia mengatakan, adanya keputusan ini telah didasari perjalanan panjang dalam mencari ilmu dan merenungkan masa lalu. 

"Kami selalu taat pada ilmu, dan dulu ilmu kami mengantarkan kami pada kesimpulan-kesimpulan yang mengarah pada permusuhan dengan aparat dan negara," kata Indiham. 

Pihaknya sudah sadar saatnya berubah dan tidak lagi memusuhi aparat atau NKRI. 

"Kami siap untuk bersama-sama umat Islam seluruh Indonesia untuk memakmurkan bumi Indonesia ini," kata Indiham. 

Pihaknya akan memperbaiki dan mempererat hubungan dengan negara.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved