Berita Terkini Nasional

Profesi Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Bekasi, Dibawa Bersama Ayahnya

Terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus alias Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Bekasi, Jawa Barat, ternyata berprofesi sebagai montir.

SURYA/PURWANTO
Foto ilustrasi, Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan rumah seorang terduga teroris di Perumahan Bunga Tanjung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (1/8/2024). | Terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus alias Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Bekasi, Jawa Barat, ternyata berprofesi sebagai montir. 

Tribunlampung.co.id, Bekasi - Terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus alias Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Bekasi, Jawa Barat, ternyata berprofesi sebagai montir.

Terduga teroris berinisial FNA dan berusia 25 tahun itu ditangkap Densus 88 tanpa perlawanan.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani membenarkan penangkapan terduga teroris di bengkel motor Jalan Pahlawan, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Terduga teroris yang berprofesi sebagai montir tersebut ditangkap Densus 88 Antiteror pada Selasa (3/9/2024).

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJakarta.com, pria terduga pelaku teroris berinisial FNA berusia 25 tahun warga Perumahan Margahayu, Bekasi Timur. 

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani membenarkan penangkapan terduga pelaku teroris tersebut. 

"Iya (ada penangkapan) untuk rilis oleh Densus," kata Dani saat dikonfirmasi. 

Sementara itu seorang saksi di lokasi penangkapan bernama Pendi (55) mengatakan, penangkapan terjadi sekita pukul 08.00 WIB. 

"Saya lihat sudah ramai di sini, waktu pas ramai itu saya belum tahu ada apa, pokoknya ada tiga mobil," kata Pendi. 

Pendi merupakan pemilik showroom motor di depan lokasi penangkapan, dia melihat detik-detik FNA dibawa masuk ke dalam mobil. 

Anggota Densus 88 tidak ada yang menggunakan seragam, hanya polisi Bhabinkamtibmas dan TNI Babinsa yang terlihat menggunakan pakaian dinas. 

"Enggak pakai seragam pakaian preman semua, ada banyak, itu si anaknya duduk di sini (tunjuk bengkel) karena pas banget baru buka," jelas dia. 

Tidak ada perlawanan saat Densus 88 melakukan penangkapan, FNA dibawa menggunakan mobil begitu juga ayahnya yang berada di lokasi. 

FNA merupakan montir di bengkel sepeda motor milik ayahnya, mereka berdua menjalankan usaha dengan mengontrak ruko satu petak. 

"Kalau bapaknya udah lama buka bengkel di sini, terus anaknya diajak kerja belum lama ini si, setiap hari buka jam 8 sampai sore biasanya," jelas dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved