Pilkada Lampung

Lampung Nomor 2 Politik Uang Tertinggi, Bawaslu Ungkap Modus Kampanye Pilkada

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P Panggar mengungkapkan berbagai modus pelanggaran yang kerap terjadi saat tahun Pilkada.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
Apel 3 pilar dalam rangka Pilkada serentak Provinsi Lampung tahun 2024 di Ballroom Novotel Bandar Lampung, Kamis (3/10/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P Panggar mengungkapkan berbagai modus yang kerap terjadi saat tahun Pilkada.

Menurutnya, masa kampanye tim cakada kerap memunculkan sejumlah taktik memanfaatkan celah atau yang disebut dengan modus yang ditawarkan ke masyarakat.

"Salah satu modusnya adalah penyelenggaraan pasar murah"

"Meskipun diperbolehkan, sering kali tim pemenagan membagikan barang dan membagikannya dengan label pasar murah"

"Ini masih dalam batas aturan, namun tujuannya politis," ujarnya saat memberi sambutan apel 3 pilar dalam rangka Pilkada serentak Provinsi Lampung tahun 2024 di Ballroom Novotel Bandar Lampung, Kamis (3/10/2024).

Selain itu, menurut Iskardo, salah satu praktik yang sering dilakukan adalah konsolidasi dengan kepala desa.

Meskipun aturan melarang keterlibatan aparat desa dalam politik, pelanggaran semacam ini sering terjadi.

"Padahal jelas kepala desa yang terlibat Politik praktis atau tidak netral dapat dihukum, namun sering kali mereka bersembunyi atau tidak terdeteksi," ujarnya.

Iskardo menegaskan, pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga integritas kampanye agar Pilkada melahirkan pemimpin yang berintegritas.

"Pengawasan ketat saja tidak cukup. Perlu ada kesadaran dari semua pihak untuk mematuhi aturan agar demokrasi kita berjalan lebih baik," ujarnya.

Berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024, Lampung menempati peringkat kedua secara nasional dalam hal politik uang, di bawah Maluku Utara.

"Survei menunjukkan 61 persen masyarakat siap menerima imbalan uang politik. Ini tantangan besar bagi kita," kata Iskardo.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk menolak politik uang.

"Permintaan politik uang tinggi bukan hanya karena calon yang menawarkan, tapi juga karena ada permintaan dari masyarakat. Edukasi yang melibatkan Bhabinkamtibmas sangat diperlukan," jelasnya.

Meskipun demikian, Iskardo optimis bahwa demokrasi di Lampung bisa berjalan lebih baik jika dimulai dari sekarang.

"Kita masih memiliki harapan untuk memperbaiki demokrasi, terutama di Pilkada 2024. Lampung bisa menjadi contoh yang baik untuk daerah lain," pungkasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved