Berita Terkini Nasional
Supriyani 'di Atas Angin', Analisa Saksi Ahli Diperkuat Rekan Kerja Sang Guru
Supriyani, guru honorer SDN 4 Baito Konawe Selatan, kini 'di atas angin', setelah keterangan dari saksi ahli semakin diperkuat rekan kerjanya.
Tribunlampung.co.id, Kendari - Supriyani, guru honorer SDN 4 Baito Konawe Selatan, kini 'di atas angin', setelah keterangan dari saksi ahli semakin diperkuat rekan kerjanya satu sekolah.
Diketahui, guru honorer SDN 4 Baito, Supriyani, menjalani sidang perdana kasus dugaan penganiayaan muridnya, pada Kamis (24/10/2024) di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pukul 10.00 WITA.
Supriyani dituding memukul anak dari Kanit Intelkam Polsek Baito Aipda WH yang berinisial D (6) hingga akhirnya ia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kendari. Belakangan, kasus Supriyani menjadi sorotan hingga viral di media sosial karena sejumlah kejanggalan yang terdapat pada perkaranya.
Dalam sidang lanjutan pada Kamis (7/11/2024) di PN Andoolo Konawe Selatan, turut dihadirkan saksi ahli yakni seorang dokter forensik bernama dr Raja Al Fath Widya Iswara.
Dalam kesaksiannya, dr Raja mengungkap sejumlah dugaan yang menjadi penyebab luka di kaki siswa D, murid guru honorer Supriyani, satu di antaranya bisa karena serangga.
Berikut ini kesaksian dokter forensik penyebab luka anak Aipda WH dalam kasus Supriyani di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dari keterangan dokter forensik yang dihadirkan pada persidangan yang digelar di PN Andoolo Konawe Selatan, Kamis (7/11/2024) terungkap sejumlah kemungkinan mengenai penyebab luka anak.
Di mana sebelumnya disebutkan luka tersebut berasal dari pukulan seorang guru honorer bernama Supriyani.
Sampai akhirnya, Supriyani didakwa melakukan penganiayan terhadap muridnya.
Namun, keterangan dokter forensik ini bak mematahkan tudingan tersebut.
Pasalnya, disebutkan dr Raja Al Fath Widya Iswara sebagai saksi ahli forensik dugaan penyebab luka justru bukan pada alat bukti yakni sapu.
Dokter Raja juga sudah melihat dan memegang gagang sapu yang diduga digunakan untuk memukul korban.
Namun dokter Raja justru membantah hal tersebut.
Menurutnya luka yang terjadi pada anak bukan disebabkan oleh pemukulan dengan gagang sapu, seperti yang dituduhkan.
Simak rangkuman TribunnewsSultra.com terkait kesaksian dr Raja sebagai ahli forensik dalam sidang kasus guru Supriyani:
Pelaku Pengintaian Kacab Bank BUMN Sempat Kabur Saat Akan Ditangkap Polisi |
![]() |
---|
Putri Apriyani Tewas Dibunuh Pacarnya Oknum Polisi, Keluarga Ingin Pelaku Dihukum Mati |
![]() |
---|
Mahfud MD Soroti Kejanggalan Kekayaan Immanuel Ebenezer yang Capai Rp 17,6 M |
![]() |
---|
Peran Pelaku RS dalam Kasus Penculikan Kacab Bank BUMN |
![]() |
---|
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Sumiati Tak Lama Setelah Kejadian |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.