Bus Masuk Jurang

Jenazah 3 Korban Kecelakaan Bus Putra Raflesia di Pesisir Barat Berhasil Diidentifikasi

Tiga jasad korban kecelakaan maut Bus PO Putra Raflesia dengan nomor polisi BD 7089 AU yang terjadi beberapa waktu lalu.

Penulis: saidal arif | Editor: taryono
dok Polres Pesisir Barat
Satlantas Polres Pesisir Barat bersama tim gabungan berhasil menuntaskan proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus PO Putra Raflesia dengan nomor polisi BD 7089 AU yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Tribun Lampung.co.id, Pesisir Barat - Satlantas Polres Pesisir Barat bersama tim gabungan berhasil menuntaskan proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus PO Putra Raflesia dengan nomor polisi BD 7089 AU yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kasat Lantas Polres Pesisir Barat Iptu Rudy Apriansyah Unyi mengatakan, jenazah korban jiwa dalam insiden tersebut sulit untuk dikenali, sehingga memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak.

"Saat ini identifikasi ketiga jenazah korban sudah berhasil dilakukan," ungkapnya, Sabtu (14/12/2024).

Dikatakannya, identifikasi korban melibatkan tim gabungan personel Polres Pesisir Barat, Inafis Satrekrim Polres Pesisir Barat, tenaga medis, dan keluarga korban.

Identifikasi terhadap tiga jenazah berdasarkan ciri fisik yang dikenali keluarga, sehingga bisa menerangkan dan meyakinkan keluarga korban.

Adapun tiga korban jiwa dari insiden kecelakaan Bus Putra Raflesia diketahui atas nama Muhammad Syofyan, Dedi Aditya, dan Devri Setiawan.

Untuk Jenazah Dedi Aditya dalam pelaksanaan identifikasi dilakukan berdasarkan keterangan istri dan kakaknya.

Kemudian dicocokan ciri-ciri seperti bekas tindikan dan luka robek di daun telinga kiri. 

Setelah diyakini, jenazah diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka di Bekasi menggunakan ambulans dari Puskesmas Lemong.

Kemudian untuk Jenazah Devri Setiawan Sepupu dan adik korban membantu proses identifikasi hingga jenazah dinyatakan sesuai. 

Jenazah Devri Setiawan kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Kota Bengkulu.

Untuk jenazah Muhammad Syofyan,  sopir bus, diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung dibawa ke rumah duka di Kota Bengkulu.

Sedangkan korban luka-luka sebanyak enam orang telah dipulangkan ke keluarga masing-masing. 

"Mereka akan dipulangkan menggunakan kendaraan yang difasilitasi oleh tempat kerja mereka," tandasnya.

Terjun kejurang

Bus Putra Raflesia BD 7089 AU terjun ke jurang di hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Tebing Batu, Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Pesisir Barat, Rabu (11/12/2024) sekira pukul 21.00 WIB.

Mansur, salah satu penumpang selamat, menjelaskan kronologi bus sebelum mengalami kecelakaan, masuk jurang lalu ludes terbakar. 

Saat kejadian, Mansur dalam keadaan sadar.

Saat melintas di jalan menanjak, Mansur mengatakan bus tersebut menggunakan gigi dua. 

"Sopir mau ngoper gigi lagi sudah nggak bisa, langsung bablas masuk ke dalam jurang," jelasnya kepada Tribun Lampung di Puskesmas Lemong, Kamis (12/12/2024).

Ia mengaku menjadi orang penumpang pertama yang berhasil keluar dari dalam bus tersebut. 

Setelah berhasil melompat keluar, bus tersebut langsung terperosok ke jurang lalu meledak.

Sebelum terjun ke jurang, kata Mansur, bus itu sempat tersangkut di batang pohon. 

 
Saat itulah para penumpang lain berhasil keluar dari dalam bus. 

Akibat kejadian itu, tiga orang meninggal dunia, termasuk sopir bus. 

"Korban yang meninggal dunia sopir dan dua orang lainnya saya tidak tahu siapa namanya," kata dia.

Mansur menambahkan, ternyata bus Putra Raflesia yang mengalami kecelakaan di Pesisir Barat telah dijual oleh perusahaan ke pihak pembeli yang berada di Bekasi, Jawa Barat. 

"Setahu saya, mobil bus itu memang sudah dijual oleh perusahaan. Tapi karena kita kebetulan mau ke arah yang sama, ditawarilah oleh sopir untuk naik dengan ongkos Rp 150 ribu," ungkapnya

Kronologi

Kapolsek Pesisir Utara AKP Rudi Aries mengatakan, saat insiden terjadi, bus Putra Raflesia membawa sembilan penumpang. 

"Ada tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan enam mengalami luka-luka," ungkapnya, Kamis (12/12/2024).

Dia menjelaskan kronologi kecelakaan maut tersebut. Kejadian bermula saat bus Putra Raflesia melaju dari arah Bengkulu. 

Namun sesampainya di kawasan TNBBS Tebing Batu, bus tersebut mengalami kendala teknis.

Diduga, sopir terlambat memindahkan transmisi ke gigi rendah, sehingga kendaraan kehilangan tenaga untuk menanjak. 

Akibatnya, bus tersebut mundur tak terkendali dan terperosok ke dalam jurang sedalam 50 meter. 

Tak lama kemudian, muncul percikan api yang langsung membakar kendaraan beserta isinya. 

Ketiga korban tewas mengalami nasib nahas. 

Mereka terjepit di dalam bus dan ditemukan tak bernyawa dengan kondisi sudah hangus terbakar.

Namun, baru dua korban yang sudah diketahui identitasnya, yakni penumpang bernama Adit dan sopir bus bernama Muhammad Syofyan (32). 

Syofyan merupakan warga Desa Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu. Sedangkan identitas satu korban lain belum diketahui.

Kasat Lantas Polres Pesisir Barat Iptu Rudy Apriansyah Unyi mengatakan, dua dari tiga korban tewas tidak bisa lagi dikenali. 

"Identitas korban meninggal yang sudah bisa dipastikan yakni sopir bus atas nama Muhammad Syofyan (32), warga Desa Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu," jelasnya, Kamis (12/12/2024).

Saat ini pihaknya terus mengumpulkan informasi untuk mengidentifikasi kedua korban tersebut. 

Menurut kesaksian korban yang selamat, satu di antara korban tewas bernama Adit. 

Tetapi polisi belum bisa memastikan jasad mana yang bernama Adit. 

"Tetapi kita tidak bisa memastikan (jasad) yang mana yang bernama Adit karena kondisinya tidak bisa lagi dikenali. Sedangkan satunya belum bisa dipastikan apakah itu penumpang atau memang satu rombongan dengan sopir," sebutnya.

Saat ini jenazah ketiga korban sudah berada di Puskesmas Lemong. 

Begitu pula enam korban luka-luka yang mendapatkan perawatan intensif di tempat sama. 

Jenazah Sulit Dikenali

Kepala Puskesmas Lemong Rahmat Mathori mengatakan, tiga jenazah korban kecelakaan bus Putra Raflesia sulit untuk dikenali. 

Pasalnya, jasad ketiga korban dalam kondisi hangus terbakar.

Pada saat kejadian, kata Rahmat, pihaknya mendapatkan kabar dari kepolisian agar menyiapkan ambulans untuk mengangkut korban kecelakaan

Jumlah korban yang dievakuasi ada sembilan orang, dimana tiga di antaranya meninggal dunia dan enam luka berat.

“Setelah diidentifikasi, hanya ada satu korban jiwa yang bisa dikenali, yakni sopir bus. Sedangkan dua jasad lainnya belum bisa dikenali,” ujar Rahmat seraya menambahkan, kondisi korban meninggal dunia sangat memprihatinkan karena sudah tidak utuh

(Tribunlampung.co.id/Saidal Arif)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved