Berita Terkini Nasional

Yoon Suk Yeol Dimakzulkan, PM Han Duck Soo Jadi Presiden Korea Selatan Sementara

Presiden Yoon Suk Yeol resmi dimakzulkan oleh parlemen Korea Selatan pada hari ini, Sabtu (14/12/2024). Ia diganti Han Duck Soo.

Editor: Kiki Novilia
Tribunnews.com / Wikipedia
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Presiden Yoon Suk Yeol resmi dimakzulkan oleh parlemen Korea Selatan pada hari ini, Sabtu (14/12/2024). 

Tindakan ini diambil pihak oposisi berkat dukungan 204 anggota parlemen, menandai momen penting dalam sejarah politik negara tersebut.

Pemakzulan Yoon Suk Yeol terjadi usai dirinya mengusulkan darurat militer yang menuai protes luas dari berbagai kalangan masyarakat.

Keputusan tersebut memicu kekhawatiran tentang kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakstabilan politik.

Dalam pemungutan suara, sebanyak 204 anggota mendukung pemakzulan, sementara 85 menolak, tiga abstain, dan delapan suara dinyatakan tidak sah.

Diganti Han Duck Soo

Dengan pemakzulan ini, Yoon Suk Yeol menjadi presiden konservatif kedua yang dipecat di Korea Selatan, setelah Park Geun-hye pada tahun 2017.

Menurut konstitusi Korea Selatan, Perdana Menteri Han Duck Soo yang ditunjuk oleh Yoon, kini menjabat sebagai penjabat presiden.

Meskipun Yoon telah diskors dari jabatannya, ia tetap secara resmi menjabat sampai ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi mengenai pemecatannya dalam waktu enam bulan ke depan.

Reaksi Politisi dan Publik
 
Pemakzulan ini tidak hanya dipicu oleh tindakan Yoon, tetapi juga oleh pergeseran dalam dukungan politik.

Sejumlah anggota Partai Kekuatan Rakyat yang dipimpin oleh Yoon memilih bergabung dengan partai oposisi, sehingga jumlah total dukungan untuk pemakzulan mencapai 192 dari 300 kursi di majelis nasional.

Ini memenuhi ambang batas dua pertiga yang diperlukan untuk meloloskan pemakzulan.

Pada tanggal 3 Desember, Yoon mengejutkan publik dengan memberikan kekuasaan darurat yang luas kepada militer, yang ia sebut sebagai langkah untuk memberantas kekuatan antinegara dan mengatasi lawan politik.

Meskipun ia meminta maaf kepada rakyat, Yoon tetap membela keputusannya dan menolak untuk mengundurkan diri sebelum pemungutan suara berlangsung.

Selanjutnya untuk Korea Selatan

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved