UMKM Lampung
Ical’s Craft Hidupkan Kembali Tenun Ikat Lampung
Tidak banyak diekspos, tenun ikat Lampung kini mulai dikembangkan oleh Ical's Craft.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Tak banyak diekspos, tenun ikat Lampung kini mulai dikembangkan Ical's Craft.
Ical Sungkai, founder and CEO Ical's Craft mengatakan sebenarnya tenun bukan hanya dimiliki budaya lain, tetapi juga dimiliki Lampung. Namanya adalah tenun ikat Inuh.
"Untuk saat ini memang Ical's craft fokus ke tenun ikat Lampung karena pada dasarnya Lampung itu punya tenun ikat juga. Jadi selama ini kan produk kain yang lain sudah banyak yang meng-up (ekspos) pengrajin-pengrajinnya," ujarnya saat ditemui di mini factory-nya di Natar, Sabtu (14/12/2024).
"Untuk kali ini memang Ical's Craft coba untuk lebih kenalkan kembali salah satu wastra Lampung. Bahkan wastra dunia. Tenun ikat Lampung (namanya) tenun ikat Inuh," jelasnya.
Sayangnya, informasi tentang tenun ikat Inuh ini memang masih begitu terbatas.
Bahkan saat riset dengan berbincang dengan budayawan, Ical masih tak banyak mendapatkan informasi.
"Paling diskusinya dengan budayawan untuk sumber-sumber yang sudah menggeluti dunia wastra Lampung duluan dan itu juga minim sekali," ucap Ical.
Namun dia tak mau menyerah. Demi mewujudkan keinginannya untuk menghidupkan kembali kain tenun Lampung, dia sampai terjun langsung meriset ke sentra industri tenun di Jepara untuk melihat proses pembuatan kain tenun.
Tak hanya itu, ia juga sampai mendatangkan mentor dari Jepara untuk memberikan edukasi pembuatan tenun.
"Awalnya kita mempelajari. Let's say sentra tenun ikat Indonesia itu kan di Jepara. Saya turun riset ke sana, mengamati. Setelah mempelajari ke sana baru kita panggil mentornya ke Lampung."
"Namanya sebagai bentuk kita kepengin memperkenalkan lagi Lampung itu sebenarnya punya tenun ikat juga khususnya di motif-motifnya."
"Sambil berjalan sih sekitar satu bulan kita mentoring langsung dengan mentornya dari Jawa, tapi tentu saja berdiskusi teknik motif Lampung."
"Di sini sih Ical's Craft pengin angkat motif kunonya ya. Kita pengin dari referensi yang kita punya, motif inuh itu yang kita angkat," ucapnya.
Lebih lanjut, Ical juga mengungkapkan alasannya ingin mengenalkan kembali tenun ikat Lampung.
"Sebenarnya ini udah pengembangan Ical's craft. Ini yang paling terakhir aku buat. Memang aku maunya ke tenun. Tadinya kan kita udah ke tapis. Kita kan kerajinan tangan dan fashion."
| Berkah Ramadan, Amplop Lebaran Rp3 Ribu Buatan UMKM Lampung Tengah Laris Manis |
|
|---|
| Trifaa Cake dan Bakery, dari Hobi Jadi Usaha Kuliner Sukses di Bandar Lampung |
|
|---|
| Ting-Ting Jahe Suryatim, dari Dapur Rumahan Jadi Buah Tangan Favorit Wisatawan |
|
|---|
| Berbekal Video YouTube, Novi Hasilkan Olahan Ayam Salto Bermodalkan Rp 500 Ribu |
|
|---|
| Owner Takir Ketan Durian Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Berkualitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Tenun-ikat-produksi-Icals-Scraf.jpg)