Berita Lampung

Dinas Perikanan Pesisir Barat Lampung Minta Nelayan Tak Paksakan Melaut saat Gelombang Tinggi

Menurut Kadis Perikanan Pesisir Barat, Armen Qodar gelombang tinggi harus diwaspadai nelayan terjadi 3 hari ini.

Tayang:
Editor: Tri Yulianto
(Tribunlampung.co.id/Saidal Arif)
Dinas Perikanan Pesisir Barat sebut gelombang tinggi harus diwaspadai nelayan terjadi 3 hari ini. 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Dinas Perikanan Pesisir Barat Lampung mengakui adanya prediksi gelombang tinggi

Hal itu setelah BMKG Lampung menginformasikan gelombang tinggi berpotensi terjadi di perairan Pesisir Barat, Lampung dalam 3 hari kedepan.

Sehingga Dinas Perikanan Pesisir Barat Lampung minta nelayan tidak paksakan melaut saat gelombang tinggi.

Adapun data BMKG Lampung, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi sejak 19 sampai 21 Januari 2025.

Menurut Kadis Perikanan Pesisir Barat, Armen Qodar gelombang tinggi harus diwaspadai nelayan.

"Potensi gelombang tinggi ini harus diwaspadai oleh nelayan," ungkap Armen, Minggu (19/1/2025).

Dijelaskannya, gelombang tinggi saat ini merupakan dampak dari angin kencang yang terjadi.

Untuk itu kewaspadaan harus ditingkatkan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

Sebab keselamatan harus tetap diutamakan, jika terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi para nelayan diimbau agar tidak nekat melaut.

"Kami harap para nelayan menyadari terhadap perubahan cuaca yang terjadi, sehingga tidak memaksakan diri untuk melaut saat cuaca buruk," tandasnya.

Imbauan BPBD

Diberitakan sebelumnya, BPBD Pesisir Barat Lampung minta masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di laut waspadai gelombang tinggi

Hal itu karena saat ini potensi gelombang tinggi bisa terjadi sewaktu-waktu di Pesisir Barat akibat pengaruh cuaca. 

Kemudian juga dampak gelombang tinggi sudah mengakibatkan seorang remaja meninggal tenggelam saat memanah ikan di Pantai Walur, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat Lampung

"Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya nelayan agar selalu waspada dan berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang kembali," kata Kepala BPBD Pesisir Barat, Imam Habibbudin

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved