Berita Terkini Nasional
Duduk Perkara Kasus Pembunuhan dan Perkosaan Anak Bos Prodia hingga AKBP Bintoro Dipecat
Pengungkapan kasus pembunuhan dan perkosaan melibatkan Arif Nugroho anak bos Prodia. AKBP Bintoro saat itu menjabat Kasat Reskrim.
Tribunlampung.co.id, Jakarta - AKBP Bintoro dipecat sebagai anggota Polri usai terbukti memeras tersangka kasus pembunuhan dan perkosaan bernama Arif Nugroho, yang diketahui sebagai anak bos Prodia.
Pengungkapan kasus pembunuhan dan perkosaan yang melibatkan tersangka Arif Nugroho dilakukan jajaran Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan pada April 2024.
Kasus pembunuhan dan perkosaan dengan tersangka Arif Nugroho, anak angkat bos Prodia, bermula dari penemuan jasad wanita muda tanpa identitas yang kemudian dibawa ke RSUD Kebayoran Baru.
Setelah dilakukan penyelidikan, jasad remaja berinisial FA (16) tersebut ternyata tewas akibat dicekoki narkoba dan minuman berisi sabu di sebuah hotel kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2024).
AKBP Bintoro yang saat itu masih menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kasus tersebut sebagai kasus pembunuhan dan perkosaan.
Dalam konferensi pers, AKBP Bintoro mengatakan, sosok yang membawa jasad wanita itu merupakan saksi berinisial E dan I.
"E dan I atas suruhan pelaku AN (Arif Nugroho) alias BAS membawa. Karena rasa takut kemudian yang bersangkutan meninggalkan jenazah dan pergi," ucap Bintoro dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2024).
Akan tetapi hal itu pun sontak mengundang kecurigaan petugas sekuriti dan Polsek Kebayoran Baru yang saat itu telah berada di lokasi.
Alhasil petugas pun lalu menangkap kedua saksi tersebut dan membawanya ke kantor polisi untuk diinterogasi.
"Sehingga kami langsung merujuk ke TKP hotel di daerah Senopati untuk dilakukan kegiatan olah TKP," jelas Bintoro.
Setelah itu polisi pun menemukan sejumlah barang bukti salah satunya rekaman CCTV yang ada di lokasi hotel tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut polisi pun berhasil menangkap tersangka A alias BAS dan BH di salah satu hotel daerah Ampera, Jakarta Selatan.
Selain menemukan adanya keberadaan pelaku, di hotel tersebut polisi juga menjumpai salah satu korban selamat yakni remaja wanita berinisial AP (16).
"Di mana setelah kita mintai keterangan dari si korban AP dia menyatakan bahwa pada saat kejadian mereka di open BO," ujarnya.
"Jadi diminta jasa untuk pelayanan dengan diberikan jasa imbalan Rp 1,5 juta," sambungnya.
| Pengakuan Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dumaris di Pekanbaru, Ada Hal Menyakitkan |
|
|---|
| Terungkap Motif Pelaku Pembunuhan Habisi Nenek di Pekanbaru, Tabiat Menantu Dibongkar |
|
|---|
| Alasan Ayah di Semarang Minta Hukuman Anak Ketiganya yang Tusuk Kakak Diringankan |
|
|---|
| Padre Marco Solo: Refleksi Perdamaian Paus Leo XIV Melawan Perang |
|
|---|
| 3 Remaja Tewas dalam Kecelakaan Maut di Madura, Libatkan Pajero |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/AKBP-Bintoro-kasus-pembunuhan.jpg)