Berita Viral

Kronologi Mas Pras Tikam Pemuda di Denpasar Bali hingga Tewas

Seorang pria bernama Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras terlibat penusukan pemuda di Denpasar, Bali hingga tewas. 

|
Editor: Kiki Novilia
Tribun Bali/Eka Mita Suputra/Zaenal Nur Arifin
PENUSUKAN DI BALI - Foto mendiang Kadek Parwata semasa hidup (kiri) dan tersangka Mas Pras saat dirilis Polresta Denpasar, Senin, 17 Februari 2025. Pelaku penusukan yang mengakibatkan tewasnya Kadek Parwata terancam 15 tahun penjara. Tribun Bali/Eka Mita Suputra/Zaenal Nur Arifin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bali - Seorang pria bernama Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras terlibat penusukan pemuda di Denpasar, Bali hingga tewas. 

Mas Pras dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, serta subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Polisi juga mengungkap bahwa sebelum kejadian, pelaku menggunakan narkotika jenis sabu dan membawa sejumlah barang yang kini dijadikan barang bukti, termasuk sebilah pisau berlumuran darah, pakaian dengan bercak darah, serta beberapa benda mencurigakan lainnya.

Pelaku pun dihadirkan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang, Senin 17 Februari 2025.

Kronologi Penusukan

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, insiden ini terjadi sekitar pukul 02.10 WITA pada 13 Februari 2025, tepatnya di Jalan Nangka Utara, Denpasar, Bali

Awalnya, seorang pelajar bernama Made Darma Wisesa (19) membeli minuman di warung.

Tiba-tiba, seorang pria berjaket hitam yang mengendarai sepeda motor datang dan menyeruduknya, mengakibatkan percekcokan.

Perselisihan ini sempat dilerai oleh penjaga warung, Ashuri (39). 

Tak lama berselang, pria tersebut kembali ke warung dan bertanya apakah Darma adalah adik Ashuri.

Setelah mendapatkan jawaban bahwa Darma hanyalah pelanggan warung, ia tetap terlihat emosional.

Di saat bersamaan, Kadek Parwata tiba di warung bersama seorang temannya untuk membeli minuman.

Pelaku tiba-tiba melontarkan makian kepada korban.

Merasa tidak mengenal pelaku dan tak pernah memiliki masalah dengannya, Parwata mendatangi pria tersebut untuk meminta penjelasan.

Percekcokan berlanjut hingga akhirnya pelaku mengeluarkan pisau dan menikam Kadek Parwata.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved