Berita Viral

Penampakan Dua Lurah Babak Belur Usai Tepergok Selingkuh, Diselamatkan Polisi

Penampakan dua aparatur pemerintah tingkat kelurahan di Kota Kupang yang babak belur setelah dianiaya keluarga karena selingkuh.

Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Pos Kupang
LURAH BABAK BELUR - Penampakan dua aparatur pemerintah tingkat kelurahan di Kota Kupang, yakni Lurah Tode Kisar berinisial RT (57) dan Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Fontein berinisial LA (43), babak belur setelah dianiaya keluarga. 

Ringkasan Berita:
  • Penampakan dua aparatur pemerintah tingkat kelurahan di Kota Kupang, yakni Lurah Tode Kisar berinisial RT (57) dan Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Fontein berinisial LA (43), babak belur setelah dianiaya keluarga.
  • Keduanya mengalami luka cukup parah hingga berlumuran darah, meski berhasil diselamatkan oleh tim patroli Raimas Ditsamapta Polda NTT yang sedang melakukan patroli. 
  • Adapun insiden tersebut terjadi pada Jumat dini hari, (3/4/2026) di Jalan Ukitau, Kelurahan Liliba, Kota Kupang.

Tribunlampung.co.id, Kupang - Penampakan dua aparatur pemerintah tingkat kelurahan di Kota Kupang, yakni Lurah Tode Kisar berinisial RT (57) dan Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Fontein berinisial LA (43), babak belur setelah dianiaya keluarga.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Candra, mengonfirmasi adanya kasus penganiayaan yang melibatkan dua pejabat kelurahan itu.

“Benar ada kasus penganiayaan terhadap dua orang yang saat ini ditangani oleh Polda NTT. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” kata Kombes Pol Henry Novika Candra, dikutip dari PosKupang, Sabtu (4/4/2026).

Adapun insiden tersebut terjadi pada Jumat dini hari, (3/4/2026) di Jalan Ukitau, Kelurahan Liliba, Kota Kupang.

Keduanya diduga dihajar oleh suami LA bersama anggota keluarganya setelah RT ditemukan berada di rumah LA hingga larut malam.

Baca juga: Nasib Dua Lurah Tepergok Selingkuh, Dihajar Keluarga, Kini Diperiksa Wali Kota

RT dan LA diduga menjalin hubungan gelap alias selingkuh padahal sama-sama sudah berkeluarga. 

Keduanya mengalami luka cukup parah hingga berlumuran darah, meski berhasil diselamatkan oleh tim patroli Raimas Ditsamapta Polda NTT yang sedang melakukan patroli. 

Tim patroli Perintis Presisi Polda NTT yang dipimpin Danton Raimas Ditsamapta Polda NTT, Aipda Dickson Hermanus Lay, bersama piket Provos Bidang Propam Polda NTT langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.

Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas segera mengamankan RT dan LA yang saat itu sudah mengalami luka akibat penganiayaan.

Kedua korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini belum diperoleh informasi lanjutan apakah RT maupun LA telah membuat laporan resmi terkait kasus penganiayaan tersebut.

Sementara itu, kedua korban juga belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis akibat luka serius yang diderita.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Diperiksa Wali Kota

Wali Kota Kupang, Christian Widodo telah menandai dua lurah yang diduga berselingkuh hingga dihajar keluarganya. Ia memerintahkan dilakukan pemeriksaan.

Wali Kota menegaskan telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) serta Kepala BKPPD untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

"Segera saya minta Pak Sekda dan Kepala BKPPD tindaklanjut hari Senin masuk, dan bila benar akan mendapat sanksi tegas sesuai sanksi disiplin ASN yang berlaku," tegas Wali Kota dalam pesan WhatsAppnya kepada PosKupang, Sabtu 4 April 2026.

Ia menekankan bahwa jika terbukti terjadi pelanggaran antara keduanya, maka sanksi akan diberikan sesuai dengan ketentuan disiplin pegawai negeri sipil yang berlaku.

Lurah Didorong Masuk Selokan

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved