Berita Terkini Nasional

Sosok Kepala SMA N 6 Depok yang Dicopot di Hari Pertama Dedi Mulyadi Kerja

Pencopotan kepala SMA N 6 Depok ini di hari pertama Dedi Mulyadi resmi bekerja sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030.

Tayang: | Diperbarui:
KOMPAS.com/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING-INSTAGRAM/sman6.depokofficial
PENCOPOTAN KEPALA SEKOLAH - Kolase foto Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan kesehatan di komplek Kementrian Dalam Negeri, Minggu (16/2/2025) dan Kepala SMA N 6 Depok Siti M Faizah MPd yang diambil dari instagram sekolah. Dedi Mulyadi copot kepala SMA N 6 Depok di hari pertama jabat Gubernur Jawa Barat. (KOMPAS.com/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING-INSTAGRAM/sman6.depokofficial) 

Misalnya, saat Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Tahun Ajaran 2024/2025 dan HEXA Campus Exhibition and Job Fair 2024.

Alasan SMAN 6 Depok Tetap Berangkatkan Siswa Study Tour

Diketahui, Dedi Mulyadi sempat melarang SMAN 6 Depok memberangkatkan siswanya study tour dengan tujuan Jawa Timur dan Bali.

Alasan pelarangan itu karena Dedi mendengar keluhan wali murid yang keberatan dengan biaya study tour yang dinilai terlalu besar. 

"Saya meminta kepada Kepala SMAN 6 Depok, enggak usah deh study tour-nya," kata Dedi, Sabtu (15/2/2025) dikutip dari Kompas.com.

Mantan Bupati Purwakarta itu menyebutkan, biaya study tour yang ditetapkan sekolah sekitar Rp 3,5 juta. 

Jika ditambah uang jajan, orang tua siswa harus merogoh kocek sebesar Rp 5,5 juta. 

Menurutnya, penerapan makna study tour bisa dilakukan di berbagai tempat di Depok, tanpa membebani finansial orang tua murid. 

Meski dilarang Dedi, tapi pihak sekolah tetap memberangkatkan 347 siswanya dalam rangka Kunjungan Objek Belajar (KOB) selama delapan hari hingga Senin (24/2/2025).

Menurut Humas SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan, imbauan Dedi Mulyadi itu disampaikan melalui video Instagram yang viral pada Sabtu (15/2/2025), atau dua hari sebelum para murid berangkat study tour.

Menyikapi imbauan Dedi, pada Minggu (16/2/2025), pihak sekolah menggelar rapat darurat. 

Dalam rapat tersebut, pihak sekolah mengeklaim mendapat persetujuan dari para wali murid dan komite sekolah untuk tetap memberangkatkan siswa study tour.

"Soalnya kemarin jaraknya cuma satu hari dari video viral milik Pak Dedi ke hari keberangkatan," ungkap Syahri.

Pihak sekolah mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait hal ini. 

Syahri bilang, pihaknya bersurat mengenai klarifikasi kronologi persiapan KOB yang telah dirancang sejak akhir tahun lalu. 

Adapun pemilihan Surabaya dan Malang sebagai destinasi study tour juga diklaim telah berlandaskan survei peminatan siswa. 

"Kami tahu persis nih minat anak-anak melanjutkan studi ke mana, rata-rata larinya ke sana (Jawa Timur) gitu," tutur Syahri.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved