Mutiara Ramadan

Puasa Momen Disiplinkan Ibadah

Ramadan adalah bulan penuh berkah yang menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan bersyukur.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar
DISIPLINKAN IBADAH: Wakil Sekretaris LDNU Lampung Nabilla Zainuri dalam program Mutiara Ramadan di Tribun Lampung, Kamis (6/3/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ramadan adalah bulan penuh berkah yang menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan bersyukur. 

Bersyukur dapat dilakukan dengan tiga cara, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali.

Wakil Sekretaris LDNU Lampung Nabilla Zainuri mengatakan, bersyukur bisa dilakukan secara qauliyah (lisan) dengan mengucapkan alhamdulillah, secara tingkah laku dengan selalu mendengar dan melakukan kebaikan, serta secara harta benda dengan berbagi dan bersedekah kepada sesama.

Puasa juga sebagai bentuk kedisiplinan ibadah

Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah dan dikenal sebagai bulan puasa

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqarah: 183)

“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kedisiplinan dalam ibadah. Ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa, di antaranya makan, minum, dan berhubungan suami istri di siang hari,” kata Nabilla dalam program Mutiara Ramadan di Tribun Lampung, Kamis (6/3/2025).

Jika seseorang melakukan hubungan suami istri di siang hari saat Ramadan, maka harus menggantinya dengan puasa kafarat, yakni berpuasa selama 60 hari berturut-turut. 

Jika puasa batal di hari ke-57, maka harus diulang dari awal.

Selain itu, Ramadan juga memiliki satu malam istimewa, yakni Lailatulkadar, yang diyakini terjadi pada 10 malam terakhir. 

Malam ini lebih baik dari seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

“Dalam puasa juga kita dianjurkan memperbanyak istighfar, zikir, dan ibadah agar mendapatkan keberkahan,” kata Nabilla. 

“Mari kita manfaatkan bulan Ramadan ini dengan sungguh-sungguh beribadah. Barang siapa yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan kesungguhan, maka dosanya akan diampuni oleh Allah SWT,” tutupnya. 

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved