Rumah Advokat Diteror Molotov

Selidiki Peristiwa Molotov, Polresta Bandar Lampung Periksa CCTV di Rumah Advokat 

polresta Bandar Lampung tengah memeriksa para saksi dalam peristiwa bom molotov yang terjadi di rumah advokat Roberts Oktavinus Aruan

|
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Tribun Lampung/Bayu Saputra
KORBAN MOLOTOV - Kediaman advokat Roberts Oktavinus Aruan yang menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Rabu (5/3) dini hari. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Polresta Bandar Lampung tengah memeriksa para saksi dalam peristiwa bom molotov yang terjadi di rumah advokat Roberts Oktavinus Aruan.

Saksi dianggap sebagai pihak yang mengetahui peristiwa tersebut, dengan pendalaman berdasarkan keterangan dari pamong atau pihak RT ataupun masyarakat sekitar.

"Kami sudah mengambil beberapa langkah penyelidikan guna mencari kemungkinan motif terjadinya peristiwa pelemparan bom molotov tersebut," kata Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay saat diwawancarai Tribun Lampung, Kamis (6/3).

Polisi juga tengah mengumpulkan bahan penyelidikan dari CCTV yang ada di sekitar lokasi.

Sebelumnya, korban pelemparan molotov, Roberts Oktavinus Aruan mengatakan, pelaku tertangkap rekaman kamera CCTV sendirian melempar bom molotov ke rumah korban.

"Berdasarkan rekaman CCTV terlihat ledakan. Pelaku diduga datang sendirian tanpa mengenakan helm dan menutupi wajahnya dengan masker," kata Roberts.

Pelaku kemudian melempar bom molotov ke dalam rumah yang mengarah jendela. Beruntungnya bom tidak sampai membakar gorden rumah dan hanya mngakibatkan pecah di bagian kaca.

Saat peristiwa terjadi,korban mengaku sedang tertidur pulas di rumah. Dia terbangun setelah dibangunkan sepupunya.

"Saya ke luar kamar dan memeriksa kondisi rumah, kemudian menemukan minyak-minyak yang tumpah dan ada pecahan kaca serta botol yang berserakan," kata Roberts.

Terkait peristiwa yang menimpanya korban meminta kepada polisi segera menangkap pelaku pelemparan bom molotov.

"Saya berharap pelaku segera ditangkap, karena tindakan ini sudah terencana dengan matang menyasar kami," kata Roberts.

Tetangga korban, Wahyudi mengaku sempat mendengar sempat mendengar suara motor berhenti di depan rumah advokat Roberts pada Rabu (5/3) dini hari. "Tiba-tiba ada suara seperti letusan," kata Wahyudi.

"Setelah mendengar saya langsung mendatangi sumber suara. Saat datang saya melihat kaca rumah korban telah pecah," kata tetangga korban, Wahyudi.

Di lokasi peristiwa Wahyudi melihat serpihan kaca berceceran di lantai. (byu)


Temukan Pecahan Botol

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved