Liputan Khusus

Harga Santan di Lampung Meroket, Naik Dua Kali Lipat

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Evie Fatmawati menyebut, naiknya harga santan disebabkan kelangkaan buah kelapa.

Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
HARGA SANTAN MEROKET - Seorang penjual santan kelapa parut sedang menjajakan dagangannya, Sabtu (8/3/2025) di salah satu pasar Bandar Lampung. Menurut pedagang kenaikan harga santan kelapa parut karena menyesuaikan harga bahan baku. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung Dila (30), seorang ibu rumah tangga asal Rajabasa, Bandar Lampung, tampak kesulitan saat akan membeli santan untuk menu masakannya di sebuah minimarket di daerah Rajabasa.

Ia mengaku kesulitan mendapatkan santan, baik yang kemasan ataupun yang ada di pasar tradisional. Bahkan kalaupun ada, harganya tinggi. Dila menyebut, harga santan kelapa sudah meningkat sejak awal tahun 2025.

"Sekarang santan kemasan harganya bisa sampai Rp 7.000 di minimarket, kalau di warung malah bisa sampai Rp 8.000," ujar Dila kepada Tribun Lampung, Sabtu (8/3).

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Evie Fatmawati mengatakan, naiknya harga santan kelapa disebabkan kelangkaan buah kelapa sejak beberapa waktu belakangan.

Evie berjanji akan berkomunikasi dengan Dinas Perkebunan terkait langkanya kelapa.

Naik Dua Kali Lipat

Diketahui harga santan meroket hingga dua kali lipat di Lampung. Kenaikan harga terjadi sejak awal tahun 2025,terutama untuk santan kemasan.

Harga santan kemasan yang tadinya berkisar Rp 2.700–Rp 3.300 per bungkus, kini dijual Rp 6.100 – Rp 7.000 per bungkusnya. Harga tersebut yang dibanderol di retail modern atau minimarket di Bandar Lampung.

Sedangkan santan dari kelapa parut kini mencapai Rp 32 ribu per kilogram, dari tadinya Rp 22 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang santan kelapa di Pasar Perumnas Way Halim, Raja Saragih mengatakan, jika santan di kedai miliknya mengalami kenaikan sejak awal tahun 2025.

"Harga mulai naik itu sejak tahun baru. Kalau sekarang sih harganya kisaran Rp 30-32 ribu, sebelum tahun baru paling cuma Rp 20 ribuan," ujarnya, Sabtu (8/3).

Menurutnya, harga santan mengalami kenaikan seiring meningkatnya harga beli bahan baku kelapa.

"Sekarang harga kelapa bulet saya beli Rp 7.400 per kilo, itu termasuk batok sama air kelapanya. Sedangkan satu biji kelapa bisa sampai 2 kilo lebih kalau yang besar. Akhir tahun lalu harga saya beli masih di bawah Rp 6.000 kalau bulet," kata Raja.

Sementara untuk harga kelapa kupas, menurut Raja, mencapai Rp 11 ribu per kilonya. Pria yang akrab disapa Ucok ini menjelaskan, jika ia membeli bahan baku kelapa dari daerah Lampung Selatan.

Makanya ketika harga kelapa dari agen naik, dia pun akan menyesuaikan.

Sementara Supardi, pedagang santan kelapa di Pasar Untung Suropati mengatakan, jika harga santan kelapa di kedai miliknya kini berkisar Rp 28 ribu per kilogram.

"Kalau santan per kilonya Rp 28 ribu. Harganya naik sejak Natal tahun lalu. Sebelum itu paling mahal Rp 20 ribu. Kalau kelapa bulat saya jual Rp 7.000 yang kecil sampai Rp 10 ribu, tergantung ukuran," imbuhnya.

Adapun harga kelapa parut, Supardi jual Rp 14 ribu per kilogram. Dia menjelaskan, jika ia mengambil kelapa dari Kabupaten Pesawaran. Menurut Supardi, ia terpaksa menjual tinggi untuk bertahan.

"Kalau engak berani ngimbangin harga, ya kita gak bisa dagang," jelasnya.

Pedagang lainnya di Pasar Pasir Gintung, Rina mengungkapkan hal yang sama. "Kalau santan murni sudah jadi harganya Rp 30 ribu. Ini naik terus sejak seminggu mau puasa. Harga kelapa biasanya Rp 7.000, sekarang bisa Rp 9.000-10 ribu," tuturnya. (Tribunlampung.co.i/ Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved