Mutiara Ramadan
Orang yang Merugi di Bulan Ramadan
Dina Nur Atika mengatakan, di antara banyaknya keuntungan yang bisa diperoleh di bulan Ramadan, ternyata masih ada orang-orang yang tergolong merugi.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bulan Ramadan merupakan bulan yang mulia, bulan limpahan rahmat dan maghfirah, serta banyaknya fasilitas kebaikan yang Allah tebarkan di bulan suci Ramadan.
Sebagai pengingat di bulan Ramadan, Nabi Muhammad SAW memberi kabar gembira. "Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih."
Artinya: "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadaan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim)
Penyuluh Agama Kanwil Kemenag Lampung Dina Nur Atika mengatakan, di antara banyaknya keuntungan yang bisa diperoleh di bulan Ramadan, ternyata masih ada orang-orang yang tergolong merugi. Siapakah orang yang merugi itu?
Teringat riwayat Jabir RA bahwasanya Nabi SAW naik ke mimbar. Ketika naik ke anak tangga pertama, kedua, dan ketiga, beliau mengucapkan, “Amiin.”
Lalu para sahabat bertanya. “Wahai Rasulullah, kami semua mendengar engkau berkata Amiin, amiin, amiin.”
Beliau menjawab, ”Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril datang kepadaku dan berkata: Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadan namun dosanya tidak diampuni. Maka aku pun berkata: Amiin.
“Itu adalah satu ucapan Jibril yang diaminkan Rasulullah Muhammad SAW. Kalimat ini menjelaskan sisi kemuliaan bulan Ramadan,” kata Dina dalam program Mutiara Ramadan di Tribun Lampung.
Bulan Ramadan merupakan bulan keberkahan, bulan kucuran rahmat, bulan ampunan, dan bulan kasih sayang.
“Amalan yang kita lakukan di bulan Ramadan berpotensi menghapus dosa-dosa kita. Seperti puasa, tarawih, dan tadarus yang kita lakukan di bulan Ramadan berpotensi dapat menggugurkan dosa-dosa kita,” jelas dia.
Maka, sungguh merugi jika di bulan Ramadan kita tidak memaksimalkannya dengan melakukan kebaikan.
Allah mempertemukan kita di bulan suci Ramadan karena Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk menghapus dosa-dosa kita.
Mungkin mata kita pernah melihat hal yang tidak benar. Mulut kita pernah berbicara yang tidak jujur. Telinga kita pernah mendengar hal yang tidak baik, bahkan kaki kita pernah melangkah ke tempat yang tak benar.
“Maka, dengan dipertemukannya kita pada bulan Ramadan, Allah memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri dan menggugurkan dosa-dosa kita. Allah telah memberi hadiah spesial kepada hamba-Nya di bulan Ramadan. Hadiah ini berupa kasih sayang, pahala yang berlipat ganda, sehingga banyak sekali hadiah yang bisa kita ambil,” lanjut Dina.
Maka, celakalah bagi orang yang tidak mendapat ampunan di bulan Ramadan. Maka mari kita berlomba-lomba mencari kebaikan dan pahala di bulan Ramadan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.