Berita Lampung

Hasil Ramp Check, 65 Bus AKAP Dilarang Operasi Mudik Angkutan Lebaran 2025

Terminal Tipe A Rajabasa Bandar Lampung telah melakukan ramp check terhadap 287 bus angkutan lebaran 2025.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
DILARANG OPERASI - Suasana Terminal Rajabasa menjelang arus mudik lebaran 2025, Jumat (14/3/2025). Hasil ramp check, 65 bus AKAP dilarang operasi mudik angkutan Lebaran 2025. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Terminal Tipe A Rajabasa Bandar Lampung telah melakukan ramp check terhadap 287 bus angkutan lebaran (angleb) 2025.

Kepala Terminal Tipe A Rajabasa Bandar Lampung Marsusi mengatakan, pihaknya mencatat ada sebanyak 65 bus dilarang operasi mudik lebaran 2025.

"Kami sudah melakukan ramp check terhadap bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) ada 287 unit. Dengan rinciannya yakni terdiri dari 142 laik operasional, 80 peringatan dan 65 dilarang operasional angleb 2025," kata Kepala Terminal Tipe A Rajabasa Bandar Lampung Marsusi, saat diwawancarai Tribun Lampung, Jumat (14/3/2025). 

Ia mengatakan, terkait armada cadangan hingga saat ini belum ada dan masih normal seperti biasa.

"Tetapi kami sudah berkoordinasi dengan Damri dan jika sewaktu-waktu ada problem di terminal untuk menerjunkan armada cadangan, semua ini sudah diantisipasi semaksimal mungkin," ujar Marsusi. 

Pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Bandar Lampung dalam melaksanakan pengecekan terhadap awak bus baik sopir maupun kernet.

Karena mereka yang akan melayani angkutan lebaran 2025 diharapkan dalam kondisi fit dan sehat.

Pihaknya juga sudah memperbaiki penerangan dan fasilitas lainnya.

Termasuk ruang tunggu juga sudah siap dan personel sudah siap dalam melayani para pemudik. 

"Kami juga mendapat bantuan dari BPKH dan Dewan Masjid Indonesia ada revitalisasi masjid terminal untuk memberikan kenyamanan para pemudik," terangnya.

Prediksi arus mudik puncaknya pada 25-26 Maret 2025 dan untuk arus balik perkiraan puncaknya 4-6 April 2025.

"Kalau dari prediksi kami memperkirakan pemudik akan naik 8 presen, mengingat libur sekolah panjang dan lainnya," kata Marsusi. 

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam kunjungan kerja ke Lampung meminta kepada Kapolda Lampung dan Danrem 043 Garam untuk memetakan daerah rawan begal di Lampung. 

"Jadi khusus Lampung menjadi perhatian, kalau dulu itu banyak kasus mau jalan ke Lampung yakni takut begal. Saya sendiri pernah ngecek pada malem itu pengemudi motor di Pelabuhan Bakauheni takut begal dan siang rombongan baru jalan," kata Mendagri Tito Karnavian. 

Ia mengatakan, pihaknya meminta gubernur, kapolda hingga danrem petakan daerah rawan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved