Berita Terkait Nasional

Prabowo: Ibadah Haji Jangan Dimanipulasi

Presiden Prabowo Subianto meminta penyelenggara ibadah haji, termasuk jemaah, agar tidak melakukan praktik-praktik manipulatif.

Tayang:
Tribunnews/Taufik Ismail
JANGAN MANIPULATIF - Presiden Prabowo usai acara peresmian mekanisme baru pemberian tunjangan bagi guru ASN daerah di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Prabowo meminta penyelenggara ibadah haji, termasuk jemaah, agar tidak melakukan praktik-praktik manipulatif. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta penyelenggara ibadah haji, termasuk jemaah, agar tidak melakukan praktik-praktik manipulatif. 

Pesan tersebut disampaikan Prabowo melalui Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam acara pembukaan Manasik Haji Nasional 1446 Hijriah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (19/4/2025). 

BPH mulai terlibat dengan memberikan materi dalam manasik haji. Dalam manasik tersebut, Dahnil menyampaikan, terdapat tiga arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penyelenggaraan haji

Pertama, pelaksanaan haji yang sesuai syariat, efisien, aman, nyaman, bersih, dan bebas dari pungutan liar (pungli). Kedua, pelaksanaan haji juga diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dengan efek berganda. 

"Presiden menyebut, saya dan Gus Irfan (Mochamad Irfan Yusuf, Kepala BPH) harus jadi simbol kebangkitan haji Indonesia yang berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat," ucap Dahnil. 

Ketiga, ibadah haji harus melahirkan pribadi dan masyarakat yang lebih beradab, cinta Tanah Air, dan menjaga ukhuwah islamiyah, insaniyah, serta wathaniyah. 

"Kita berharap muncul para haji yang membawa semangat kebangsaan, sebagaimana yang pernah dilakukan para tokoh bangsa seperti HOS Cokroaminoto, KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asy’ari,” ujarnya.

“Presiden menegaskan, jangan sampai ibadah haji dinodai oleh praktik manipulatif apa pun. Kami mendukung penuh sikap tegas Menteri Agama dalam menjaga integritas penyelenggara,” ujar Dahnil. 

Dahnil juga meminta para jemaah mempersiapkan diri secara optimal menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin demi menjalankan ibadah haji dengan khusyuk, aman, dan nyaman. 

Selain itu, Dahnil juga menyoroti peran BPH dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Katanya, BPH melakukan dukungan dan pengawasan, sebagai bekal untuk melaksanakan haji pada masa mendatang. 

"Tahun ini kami masih belajar banyak dari Kementerian Agama. Namun, mulai tahun 2026, penyelenggaraan haji akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab BP Haji," tutur dia. 

Dahnil pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama yang telah mendampingi pendirian BPH, baik dari pusat hingga ke daerah. Menurutnya, ini merupakan landasan penting menuju penyelenggaraan haji yang lebih baik dan profesional. 

"Harapan kami, penyelenggaraan haji oleh BP Haji ke depan harus lebih unggul, lebih amanah, dan lebih berpihak kepada kepentingan jemaah. Penyelenggaraan tahun ini adalah langkah awal, dan semoga menjadi standar terbaik bagi masa depan," imbuh dia. 

Dahnil juga menyampaikan, penyelenggaraan haji harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dengan efek ganda (multiplier effect) yang nyata. "Presiden menyebut, saya dan Gus Irfan (Mochamad Irfan Yusuf, Kepala BP Haji) harus jadi simbol kebangkitan haji Indonesia, yang berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat," tuturnya. 

Berjalan Lancar

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved