Berita Terkait Nasional

Prabowo: Ibadah Haji Jangan Dimanipulasi

Presiden Prabowo Subianto meminta penyelenggara ibadah haji, termasuk jemaah, agar tidak melakukan praktik-praktik manipulatif.

Tayang:
Tribunnews/Taufik Ismail
JANGAN MANIPULATIF - Presiden Prabowo usai acara peresmian mekanisme baru pemberian tunjangan bagi guru ASN daerah di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Prabowo meminta penyelenggara ibadah haji, termasuk jemaah, agar tidak melakukan praktik-praktik manipulatif. 

"Semuanya ya (telah disiapkan). Jadi sekarang Kementerian Agama dengan BPH bersinergi secara maksimal dan produktif," kata Kamaruddin, Minggu (20/4/2025). "Tahun ini memang masih dilaksanakan oleh Kementerian Agama dan sesuai rencana tahun depan akan dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Haji," sambung dia. 

Kamaruddin menjelaskan, meskipun tahun ini ibadah haji diselenggarakan oleh Kemenag, BPH tetap dilibatkan untuk mengawali proses transisi. Menurut dia, sudah dilakukan transfer pengetahuan dan pengalaman. 

Transfer sumber daya manusia juga mulai dilakukan, dengan memindahkan pegawai Kemenag ke BPH.  "Semuanya akan berproses ke arah situ dan terjadi sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan BPH," tandas Kamaruddin. 

Paling Tertib

Menag Nasaruddin Umar mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang paling sedikit melakukan pelanggaran ibadah haji di Tanah Suci. Nasaruddin menyebut, seperlima jemaah haji di dunia berasal dari Indonesia. Setiap tahunnya, Indonesia juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Saudi Arabia. 

"Seperlima jemaah haji di dunia adalah dari Indonesia, terbesar di dunia. Tetapi tingkat pelanggaran yang paling sedikit para jemaah haji adalah Indonesia," ujar Nasaruddin dalam sambutan acara Bimbingan Manasik Haji Nasional 1446 H atau 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (19/4/2025). 

Menag sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengaku pernah berkeliling penjara di Arab Saudi. Di momen ini, Nasaruddin merasa heran. 

"Jadi satu waktu keliling. Saya cari orang Indonesia di penjara-penjara di Saudi Arabia, saya tidak temukan orang Indonesia. Makanya itu orang Indonesia dianggap sebagai jemaah haji yang paling tertib," sambung Nasaruddin. 

Karena penasaran kenapa tidak ada satupun warga negara Indonesia yang menjadi tahanan di Arab Saudi, Nasaruddin menanyakan hal tersebut kepada sipir. "Ini aneh katanya. Itu (penjara) general. Warga negara asing yang paling padat di Saudi Arabia adalah Indonesia. Bahkan menyebut angka kurang lebih 2 juta. Tetapi yang paling sedikit masuk penjara ini adalah orang Indonesia," jelasnya. 

Oleh karenanya, Menag menyebut Indonesia merupakan negara dengan tingkat pelanggaran pidana sosial yang paling kecil di Arab Saudi. "Tingkat pelanggaran sosial di sana itu, Indonesia paling kecil. Yang lainnya memang maaf kalau saya sebutkan negaranya, misalnya Pakistan, Mesir, banyak sekali," ungkapnya. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved