Berita Lampung
12 Desa Terkena Banjir, Bupati Dendi Janji Akan Normalisasi Sungai di Pesawaran
Pemerintah Kabupaten Pesawaran berencana melakukan normalisasi sungai sebagai respons atas banjir yang kembali melanda setiap kali diguyur hujan deras
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Teguh Prasetyo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Pemerintah Kabupaten Pesawaran berencana melakukan normalisasi sungai sebagai respons atas banjir yang kembali melanda setiap kali diguyur hujan deras.
Langkah ini dipicu oleh meluapnya Sungai Wai Punduh yang menyebabkan empat desa di Kecamatan Way Khilau terendam air, Senin (21/4/2025) dini hari.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona turun langsung ke lokasi terdampak di Desa Penengahan, salah satu titik terparah yang mengalami genangan dan kerusakan.
Ia menyebut bahwa normalisasi sungai menjadi prioritas utama untuk mencegah banjir serupa terjadi kembali.
“Curah hujan yang tinggi memang menjadi penyebab utama, tetapi kita tidak bisa abaikan kondisi sungai dan saluran air yang sudah tidak optimal. Banyak sedimen dan sampah organik yang menyumbat aliran sungai, sehingga air meluap ke permukiman,” ujar Dendi.
Normalisasi sungai akan difokuskan pada titik-titik yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan aliran.
Selain itu, Pemkab Pesawaran juga akan membangun tanggul darurat di lokasi tanggul jebol menggunakan geobag dan bronjong.
Adapun Way Khilau bukan satu-satunya wilayah terdampak.
Total banjir merendam 12 desa di tiga kecamatan—Padang Cermin, Marga Punduh, dan Way Khilau.
Namun Way Khilau menjadi wilayah paling parah dengan jebolnya tanggul dan terputusnya akses jalan di beberapa titik.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi jajaran OPD terkait, termasuk BPBD, Dinas Sosial, PUPR, dan Dinas Kesehatan.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan darurat seperti makanan siap saji, air mineral, perlengkapan tidur, dan kebutuhan bayi kepada warga terdampak.
Meski tidak ada korban jiwa, menurutnya, banjir ini mengingatkan pentingnya pembenahan sistem pengendali banjir di Pesawaran, terutama di daerah-daerah dengan aliran sungai yang rentan meluap.
“Penanganan darurat berjalan, tapi yang lebih penting adalah pencegahan jangka panjang. Normalisasi sungai bukan sekadar wacana, ini kebutuhan mendesak,” pungkas Dendi.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)
| Emosi Ditagih Uang Kencan, Pria Tikam Dedek Ayu lalu Kabur Hanya Pakai Celana Pendek |
|
|---|
| Sempat Tunda Berangkat, Dua Jemaah Haji Lampung Pulih dan Terbang ke Arab Saudi |
|
|---|
| Wanita Ditikam Teman Kencan di Eks Lokalisasi Panjang Lampung, Pelaku Diburu Polisi |
|
|---|
| Pengalaman Petugas Haji di Arab Saudi, Dampingi Ibadah hingga Cari Jemaah yang Tersesat |
|
|---|
| Potensi Migas Blok SES Besar, HIPMI Lamtim Soroti Ketimpangan Manfaat untuk Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Bupati-Pesawaran-Dendi-Ramadhona-turun-langsung-ke-lokasi-terdampak-banjir.jpg)