Berita Lampung
Potensi Pelanggaran PSU Pilkada Pesawaran Lampung Disinyalir Tinggi
Patroli pengawasan Bawaslu dilakukan guna memastikan tidak ada pemilih yang telah meninggal dunia namun masih tercantum dalam DPT.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
"Pengawas Pemilu perlu bergerak masif. Dugaan pelanggaran tidak semata-mata muncul dari laporan masyarakat, tetapi juga bisa ditemukan langsung oleh pengawas," ujarnya.
Menurut Tiyas, pelanggaran administratif sangat mungkin terjadi dalam tahapan PSU ini.
Partisipasi Pemilih Jadi Tantangan
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Perkumpulan Masyarakat untuk Demokrasi Berkemajuan (Permadema), Tiyas Apriza, menyampaikan partisipasi pemilih jadi tantangan besar pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Pesawaran.
Hal itu menurutnya disebabkan beberapa faktor seperti kejenuhan masyarakat hingga singkatnya waktu sosialisasi.
"Tak hanya itu, pada PSU nanti dilaksanakan di hari-hari biasa yang aktivitas warga mayoritas bekerja. Termasuk beberapa pelajar dan mahasiswa yang dimungkinkan tak ada di rumah," kata Tiyas, (28/4/2025).
Maka lanjutnya, perlu dilakukan kerja sama antar seluruh stakeholder untuk mengajak masyarakat memilih pada PSU.
"Kalau hanya penyelenggara atau calon saja yang mengajak masyarakat memilih tentu kurang maksimal, maka ini menjadi tugas semua pihak untuk mengajak warga menentukan pemimpin dalam 5 tahun ke depan," tuturnya. (Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Ratusan Calon Maba Absen SNBT di Unila, Sebagian Pilih Sekolah Kedinasan |
|
|---|
| Mensos: Banyak Warga Miskin Belum Tersentuh Bansos karena Data Tak Akurat |
|
|---|
| Banyak Penerima BPJS PBI Dinonaktifkan, Mensos: Memastikan Bantuan Tepat Sasaran |
|
|---|
| Kuliah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Mahasiswa Belajar Usaha |
|
|---|
| Ketua Satgas MBG Lampung Ingatkan Makanan MBG Tidak Dibawa Pulang oleh Penerima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Potensi-Pelanggaran-PSU-Pilkada-Pesawaran-Lampung-Disinyalir-Tinggi.jpg)