Berita Terkini Nasional
Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pembakar Bocah di Tangerang, Simpan Dendam Cinta
Pengakuan mengejutkan pelaku pembakaran bocah berusia 4 tahun di Tangerang, Banten, ternyata simpan dendam cinta terhadap keluarga ibu korban.
"Sambil mencelupkan kepala korban ke dalam ember yang berisi air yang mana leher bagian depan korban menempel pada mulut ember sambil ditekan dengan keras oleh tersangka," sambungnya.
Tersangka melakukan itu selama kurang lebih 2 sampai 3 menit hingga korban muntah dan mengeluarkan feses dari anus atau buang air besar.
Setelah itu tersangka mengobok-obok dan menggosok-gosok anus korban dengan menggunakan sikat kloset.
"Dengan tujuan membersihkan kotoran (feses korban), setelah itu tersangka kembali mencelupkan kepala korban ke ember berisi air, dengan cara yang sama, leher bagian depan korban ditempelkan ke bibir ember sambil di tekan dengan kencang oleh tersangka selama kurang lebih 2-3 menit hingga korban tidak sadarkan diri," kata dia.
Selanjutnya, tersangka menggeletakkan tubuh korban dengan posisi terlentang di atas kasur di dalam kamar.
"Kemudian menumpuk dengan pakaian yang ada dalam kamar, lalu membakarnya jasadnya dengan tujuan menghilangkan jejak pembunuhan," ucapnya.
Tersangka lalu mengunci pintu kontrakan dan membuang kunci ke selokan depan kontrakan hingga melarikan diri ke daerah Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pada Selasa (29/4/2025) pukul 06.45 WIB, tersangka ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk mendapatkan proses lebih lanjut atas perbuatan pidana kekerasan terhadap anak dan pembunuhan berencana dan penganiayaan yang menyebabkan kematian.
Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 76c jo Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000,00.
Lalu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.
Serta Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dengan pidana penjara paling lama tujuh tuhun.
Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com
BACA BERITA POPULER
| Pengakuan Istri Buka Dugaan Perselingkuhan, Suami Temukan Bukti di CCTV Hotel |
|
|---|
| Kasus Penyiksaan Mahasiswa PTN, Keluarga Klaim Diancam Oknum Pejabat Kampus |
|
|---|
| Kecurigaan Mertua Bongkar Penggelapan Rp4,7 M, Menantu Kini Dilaporkan Istri |
|
|---|
| Rohidin Ceritakan Momen Mencekam Ketika Rumahnya Ambruk, Penyebabnya Terkuak |
|
|---|
| Pemicu Gadis 15 Tahun Dibakar Paman Sendiri, Kini Pelaku Diburu Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ibu-MA-Histeris-Lihat-Anaknya-Tewas-Terbakar-Hebat-Kondisinya-Mengenaskan.jpg)