Pilkada Pesawaran

Jurnalis Dilarang Masuk, Debat PSU Pesawaran Terkesan Eksklusif

Debat yang merupakan salah satu tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran 2024 itu diadakan di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu (18/

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
DIJAGA KETAT - Aparat kepolisian berjaga di luar arena debat PSU Pilkada Pesawaran di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu (18/5/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran menggelar acara debat kandidat calon bupati. 

Debat yang merupakan salah satu tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran 2024 itu diadakan di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu (18/5/2025).

Debat kandidat ini merupakan ajang adu gagasan bagi dua pasangan calon bupati peserta PSU Pilkada Pesawaran, yakni paslon nomor urut 1 Supriyanto-Suriansyah Rhalieb dan paslon nomor urut 2 Nanda Indira Bastian-Antonius Muhammad Ali.

Namun, debat kandidat ini terkesan eksklusif lantaran adanya pembatasan ketat, termasuk bagi jurnalis yang ingin meliput di arena debat.

Pantauan Tribun Lampung, tampak sejumlah aparat penegak hukum dari Polri/TNI melakukan penjagaan ketat di sekitar Hotel Emersia.

Tampak pula anjing penjaga yang disiagakan tepat di belakang road barrier yang mengelilingi arena debat.

Sementara, sejumlah jurnalis dari berbagai media hanya pasrah meliput di luar ruangan.

Sayangnya lagi, di luar ruangan tidak disediakan layar ataupun fasilitas untuk menyaksikan jalannya debat.

Salah satu petugas kepolisian yang berjaga mengatakan, yang diperkenankan masuk hanya tamu yang memiliki kartu undangan resmi dari KPU Pesawaran.

"Perintah dari kapolres, yang boleh masuk (ruangan debat) hanya yang punya undangan resmi," kata dia.

"Yang tidak punya ID card undangan nanti setelah debat bisa wawancara doorstop," lanjutnya.

Josua Hutabarat, salah satu jurnalis yang meliput, mengatakan acara debat PSU Pilkada Pesawaran terkesan terlalu eksklusif.

"Kami sangat menyesalkan acara debat PSU Pilkada Pesawaran ini yang terkesan sangat eksklusif," ujar Josua.

"Jadi yang boleh masuk cuma yang punya undangan, tapi kita tanya siapa saja yang diundang pihak KPU Pesawaran tidak bisa menjelaskan," kata dia.

Ia juga menyesalkan tidak adanya fasilitas layar di luar arena debat yang disediakan bagi pengunjung.

"Kita juga tidak disediakan layar untuk menyaksikan jalannya debat, jadi harus nonton dari ponsel masing-masing," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved