Berita Lampung

Rembuk Merah Putih Dorong Penguatan Literasi Agama di Lampung

Firsada menyampaikan pesan gubernur yang mendorong generasi muda untuk memperkuat literasi agama sebagai upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Diskominfo Lampung
REMBUK MERAH PUTIH - Kegiatan Rembuk Merah Putih digelar di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (21/5/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung yang juga Penjabat Sekretaris Provinsi Lampung M Firsada menyampaikan arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Rembuk Merah Putih yang digelar di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (21/5/2025).

Acara ini turut dihadiri Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI Mayjen TNI Sudaryanto.

Dalam sambutannya, Firsada menyampaikan pesan gubernur yang mendorong generasi muda untuk memperkuat literasi agama sebagai upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Perbanyak dan perkuat literasi agama, jangan sampai kita terbawa pada hal-hal yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan NKRI,” ujar Firsada dalam siaran pers yang diterima Tribunlampung.co.id.

Rembuk Merah Putih kali ini mengusung tema “Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air” melalui kerja sama antara FKPT dan BNPT RI.

Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Mirza secara serius berkomitmen menekan berkembangnya paham radikalisme dan terorisme di wilayahnya.

Firsada menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk karakter pelajar, jurnalis kampus, wartawan, dan kreator konten yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan perdamaian.

Dengan begitu, lanjutnya generasi muda di Lampung diharapkan dapat tumbuh sebagai pribadi yang moderat dan mampu menjaga kerukunan dalam masyarakat yang beragam.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap isu-isu global yang kerap menjadi pemicu munculnya paham radikal.

“Mari kita terapkan pendekatan modern dalam beragama, untuk menyeimbangkan antara pemahaman keagamaan dan wawasan kebangsaan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.

Sementara itu, Mayjen TNI Sudaryanto menegaskan bahwa sinergi antara tokoh agama di Lampung telah berjalan dengan baik.

“Melalui forum ini, kita harapkan dapat menjadi wadah untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam mencegah tindakan radikal dan terorisme, sesuai dengan kearifan lokal dan karakter masyarakat Lampung,” ujarnya.

Sudaryanto menambahkan, penanggulangan radikalisme dan terorisme tidak bisa dilakukan oleh BNPT saja.

Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar aksi-aksi tersebut tidak berkembang di wilayah Lampung.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved