Berita Lampung

66 Ekor Burung Liar Ditemukan Karantina Lampung Dalam Bus

Sebanyak 66 ekor burung liar diamankan petugas Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Lampung (Karantina Lampung).

Dokumentasi Balai Karantina
BURUNG LIAR - Sebanyak 66 ekor burung liar diamankan petugas Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Lampung (Karantina Lampung), Selasa (3/6/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 66 ekor burung liar diamankan petugas Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Lampung (Karantina Lampung).

Puluhan burung liar itu ditemukan dalam bus penumpang, Selasa (3/6/2025).

Kepala Karantina Lampung Donni Muksydayan mengatakan, temuan itu berkat kerja sama petugas gabungan dari Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Lampung (Karantina Lampung) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan tim Flight Protecting Indonesia’s Birds.

"Ketika bus diperiksa, petugas menemukan 7 boks kardus berisi burung yang dibawa tanpa dokumen resmi," ujarnya, Kamis (5/6/2025).

Setelah dilakukan identifikasi, diketahui total terdapat 66 ekor burung dari berbagai jenis.

Diantaranya serindit 20 ekor, cuca hijau mini 17 ekor, cucak ranting 15 ekor, cucak ijo besar 2 ekor, kutilang mas 8 ekor, siri-siri 3 ekor, dan cuca biru 1 ekor.

Ia mengatakan seluruh burung tersebut diketahui berasal dari Sarolangun, Provinsi Jambi, dan rencananya akan dibawa ke Pati, Jawa Tengah.

Modus operandinya dengan memanfaatkan angkutan umum untuk menyamarkan pengiriman.

Penyelundupan satwa liar dengan cara menyamarkan pengangkutan melalui bus atau kendaraan umum telah berulang kali terdeteksi di titik-titik rawan seperti Pelabuhan Bakauheni.

Para pelaku kerap mengandalkan jalur darat lintas provinsi dan menyusupkan satwa dalam bagasi kendaraan, berharap luput dari pengawasan.

"Permintaan pasar masih tinggi, terutama untuk jenis burung kicau. Ini yang menjadi pendorong utama penyelundupan," ujarnya.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelanggaran seperti ini," sambungnya.

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mengatasi penyelundupan satwa liar.

"Banyak sekali modus yang dipakai salah satunya dengan menitipkan menggunakan angkutan umum. Tapi kami tidak akan lengah. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia," ujarnya.

"Kami harap masyarakat juga berperan aktif melaporkan jika mencurigai adanya pengangkutan satwa ilegal," sambungnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved