Berita Lampung

Geger, Kades Ditemukan Tewas Dalam Kamar Hotel, Polisi Langsung Olah TKP

Warga Desa Labuhan Ratu IV, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, dibuat geger setelah kabar tewasnya kepala desa alias kades berinisial JH (53).

Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
KADES TEWAS - Foto ilustrasi, garis polisi. Warga Desa Labuhan Ratu IV, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, dibuat geger setelah kabar tewasnya kepala desa alias kades berinisial JH (53). Mengejutkannya lagi, kades JH ditemukan tewas dalam kamar hotel di kawasan Lampung Timur, pada Jumat (3/4/2026) dini hari. 
Ringkasan Berita:
  • Kades JH (53) ditemukan tewas di kamar hotel di Lampung Timur (3/4/2026).
  • Polisi duga korban meninggal akibat serangan jantung.
  • Tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.
  • Keluarga menyebut korban punya riwayat penyakit jantung.
  • Jenazah telah diserahkan dan dimakamkan pihak keluarga.

Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Warga Desa Labuhan Ratu IV, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, dibuat geger setelah kabar tewasnya kepala desa alias kades berinisial JH (53).

Mengejutkannya lagi, kades JH ditemukan tewas dalam kamar hotel di kawasan Lampung Timur, pada Jumat (3/4/2026) dini hari.

JH yang menjabat Kepala Desa Labuhan Ratu IV, Kecamatan Labuhan Ratu itu diduga tewas akibat serangan jantung.

Kasi Humas Polres Lampung Timur, Iptu Setiawan Haryono, mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung menindaklanjuti kejadian tersebut.

Satreskrim Polres Lampung Timur langsung terjun ke lokasi setelah menerima laporan.

Baca juga: Kades di Lampung Timur Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel, Diduga Akibat Serangan Jantung

"Benar, korban adalah Kepala Desa Labuhan Ratu IV. Sementara ini, dugaan kami adalah korban meninggal karena serangan jantung," ujar Iptu Setiawan dalam keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).

Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian melakukan serangkaian langkah, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan tidak ada barang bukti lain di sekitar TKP.

Iptu Setiawan melanjutkan, pihak kepolisian juga telah mengonfirmasi jenazah kepada keluarga korban, yang mengungkapkan bahwa JH memiliki riwayat penyakit jantung.

"Keluarga menyampaikan bahwa korban memang pernah mengalami gangguan jantung, yang mendasari dugaan meninggalnya akibat serangan jantung," jelasnya.

Kendati demikian, keluarga korban telah menerima kejadian ini dengan lapang dada, menganggapnya sebagai musibah, dan memohon agar semua pihak menghormati proses yang terjadi.

Jenazah JH pun diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.

"Pihak keluarga mengikhlaskan dan menerima peristiwa ini sebagai takdir," pungkas Iptu Setiawan.

(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved