Berita Terkini Nasional

Keluarga Syok Dengar Kabar Misri Terlibat Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Pamitnya Kerja

Keluarga Misri Puspita Sari (23), perempuan asal Jambi, yang terseret kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi, sempat kaget dengar kabar tersebut.

Kolase Instagram @misripuspitasari / IST
KEMATIAN BRIGADIR NURHADI: Foto kolase, Misri Puspita Sari (kiri) dan Brigadir Nurhadi saat berada di kolam sebelum ditemukan tewas. Keluarga Misri Puspita Sari (23), perempuan asal Jambi, yang terseret kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi, sempat kaget dengar kabar tersebut. Menurut pihak keluarga, Misri pamit untuk bekerja di Lombok. Tak pernah terbayangkan oleh keluarga jika ternyata Misri terbang jauh ke Lombok menemani seorang polisi. 

Pihak hotel juga langsung menghubungi salah satu pusat kesehatan, untuk melakukan tindakan medis.

Sekira pukul 21.26 WITA, tim kesehatan tiba di hotel dan langsung memberikan tindakan pertolongan pertama, namun korban tidak memberikan respons.

Setelah beberapa kali memberikan pertolongan pertama namun tidak memberikan respon, Brigadir Nurhadi selanjutnya dibawa menuju ke Klinik Warna Medika dan dilakukan pemeriksaan EKG.

Hasil pemeriksaan EKG flat atau sudah tidak terdeteksi detak jantung, pukul 22.14 WITA Brigadir Nurhadi dinyatakan meninggal.

Sebelumnya, ahli forensik Universitas Mataram dr Arfi Samsun mengungkapkan hasil autopsi.

Ia mengatakan, terdapat indikasi penganiayaan terhadap Brigadir Nurhadi.

Ditemukan kondisi patah tulang lidah yang mengindikasikan 80 persen kematian korban karena dicekik. 

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram ini juga melakukan pemeriksaan penunjang, seperti memeriksa paru-paru, tulang sumsum, dan ginjal.

Hasilnya ditemukan air kolam yang masuk ke bagian tubuh korban.

"Saat korban berada di dalam air dia masih hidup dan meninggal karena tenggelam yang disebabkan karena pingsan," kata Arfi dalam konferensi pers, Jumat (4/7/2025).

"Jadi ada kekerasan pencekikan yang utama yang menyebabkan yang bersangkutan tidak sadar atau pingsan sehingga berada di dalam air."

"Tidak bisa dipisahkan pencekikan dan tenggelam sendiri-sendiri tetapi merupakan kejadian yang berkesinambungan atau berkaitan."

"Kami menemukan luka memar atau resapan darah di kepala bagian depan maupun kepala bagian belakang, kalau berdasarkan teori kepalanya yang bergerak membentur benda yang diam," papar Arfi.

Kini setelah terseret dalam kasus kematian Brigadir Nurhadi, Misri menjalani penahanan di Rutan Polda NTB, seperti dua tersangka lainnya.

Misri ditetapkan sebagai tersangka sesuai Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 359 KUHP, pasal yang sama seperti diterapkan kepada Yogi dan Haris.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dan TribunLombok.com

Baca juga: Pamit Pergi Kerja ke Keluarga, Misri Malah Diduga Terlibat Pembunuhan Polisi di Lombok

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / TRIBUNNEWS.COM )

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved