Berita Terkini Nasional

Rumah Agus 'Diserbu' Paket COD Total Rp 20 Juta, Padahal Tak Pernah Pesan

Rumah orang tua Agus Harianto di Lumajang, Jawa Timur, mendadak 'diserbu' belasan paket dengan sistem bayar di tempat alias cash on delivery (COD).

Dokumentasi Pribadi Agus Harianto via Kompas.com
KORBAN DOXING: Agus Harianto menunjukkan sejumlah paket COD yang datang ke kediamannya. Rumah orang tua Agus Harianto di Lumajang, Jawa Timur, mendadak 'diserbu' belasan paket dengan sistem bayar di tempat alias cash on delivery (COD). Padahal, Agus tak pernah melakukan pemesanan terhadap belasan paket COD tersebut. Belasan paket COD tersebut datang tak di hari yang sama. Menurut Agus, paket-paket itu datang selama 5 hari. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lumajang - Rumah orang tua Agus Harianto di Lumajang, Jawa Timur, mendadak 'diserbu' belasan paket dengan sistem bayar di tempat alias cash on delivery (COD).

Padahal, Agus tak pernah melakukan pemesanan terhadap belasan paket COD tersebut. Belasan paket COD tersebut datang tak di hari yang sama. Menurut Agus, paket-paket itu datang selama 5 hari.

Baca juga: Pegawai Bank Digerebek Suami Sah Selingkuh dengan Oknum Polisi di Vila

Warga Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, itu pun menduga jika ia menjadi korban doxing. Isinya paket tersebut bermacam-macam.

Mulai dari makanan, laptop, komputer, kasur, hingga akuarium. Rincian barang yang diterima Agus adalah 1 unit televisi, 4 unit PlayStation 4, 3 unit laptop, 1 unit headphone, 3 unit kasur, dan 1 unit akuarium.

"Total nilai barangnya lebih dari Rp 20 juta. Saya tidak pernah memesan makanan, barang elektronik, ataupun springbed. Semua pesanan itu dari toko berbeda, tetapi akun pemesannya sama, memakai nama saya," ujar Agus kepada Kompas.com, Sabtu (12/7/2025).

Agus menyebut, pelaku membuat akun di berbagai platform seperti Gojek dan Shopee dengan identitas dirinya, lalu membuat pesanan palsu secara masif. Sebab, barang-barang itu selalu dikirim ke alamat yang tertera di KTP Agus, yakni rumah orangtuanya. Padahal, Agus sudah pindah dari sana dan memiliki rumah sendiri di Kelurahan Jogotrunan.

"Untungnya orangtua saya tidak langsung membayar, mereka sempat menelepon dulu. Tapi kami tetap waswas. Kurirnya juga ada yang marah-marah karena merasa ditipu," tambahnya.

Lebih lanjut, Agus menduga banyaknya kiriman paket ini berkaitan dengan aktivitasnya di dunia maya. Agus memang dikenal sebagai influencer di platform media sosial TikTok. Selama ini, ia cukup aktif menyuarakan kritik melalui media sosial. Menurutnya, hal ini jadi satu di antara faktor yang membuat ia mendapatkan teror tersebut.

"Sering bikin konten nyolek pemerintah, kadang juga dapat ancaman. Ada yang bilang, ‘awas, paket datang’, dan sebagainya," ujarnya.

Atas insiden tersebut, Agus telah melaporkannya ke Polres Lumajang, meskipun ia menyadari bahwa proses pengusutan kasus doxing bisa sangat rumit.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, saat ini memang ada beberapa laporan perihal dugaan doxing yang ditanganinya. Ia berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk ke Polres Lumajang

"Iya memang ada beberapa laporan doxing yang masuk ke kami dan masih kami lakukan penyelidikan," kata Alex.

Alex mengimbau warga untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu, ia juga meminta warga berhati-hati dalam mengeklik pesan-pesan yang mencurigakan. Sebab, satu di antara faktor data pribadi bisa tersebar adalah satu klik dari pengguna gadget tersebut. 

"Imbauannya hati-hati saat menggunakan gadget, jangan sembarangan klik pesan, meskipun itu dari orang yang kita kenal," tuturnya.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / KOMPAS.COM )

Baca juga: Pelaku Utama di Balik Kematian Brigadir Nurhadi sudah Dikantongi Penyidik

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved