Berita Terkini Nasional

Kepsek Sayangkan Kebijakan Tak Melihat Sekolah Swasta: Kenapa Tidak Dibantu?

Imbas kebijakan baru dan mendominasinya sekolah negeri, sekolah swasta hanya mendapat sedikit murid.

TribunJabar/Eki Yulianto
KONDISINYA KINI - Kepsek SMK Veteran Cirebon Wahyu Hidayat (kiri) saat menunjukkan kondisi kelas. Dulu sekolah tersebut jadi favorit, namun sekarang memprihantinkan. Kepsek menyayangkan kebijakan tak melihat sekolah swasta kecil.(TribunJabar/Eki Yulianto) 

Wahyu juga mengungkapkan, bahwa penurunan jumlah siswa sejatinya sudah terjadi sejak pandemi Covid-19.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sekolah ini pernah berjaya.

“Dulu kita pernah jaya, tahun 90-an bisa ribuan siswa. Karena waktu itu sekolah belum banyak."

"Sekarang, pandemi membuat jumlah siswa makin merosot,” jelas dia.

Ia mencatat, pada 2024 lalu SMK Veteran hanya mendapat 30 siswa baru.

Tahun ini, lebih menyedihkan hanya 11 siswa yang mendaftar.

Padahal, sekolah ini memiliki 25 kelas dan 28 guru aktif.

Jumlah siswa yang terus menurun ini pun berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan para guru.

“Sedihnya, S1 seorang guru yang mendidik anak bangsa, gajinya di bawah Rp 300 ribu per bulan."

"Apakah pantas? Sebelum jadi kepala sekolah pun saya sudah merasakan penurunan finansial itu,” katanya, lirih.

Wahyu berharap, pemerintah bisa merangkul sekolah-sekolah swasta kecil seperti SMK Veteran Cirebon, bukan hanya mendengar kondisi sekolah swasta besar yang dianggap mampu.

“Kami nggak mau menyalahkan pemerintah. Cuma yuk duduk bareng, cari solusi."

"Jangan sampai guru-guru dipecat atau dirumahkan karena sekolahnya tutup."

"Kalau pemerintah ingin angkat siswa putus sekolah, kenapa tidak dibagi ke swasta juga? Supaya kesetaraan antara negeri dan swasta itu benar-benar nyata,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, suasana SMK Veteran Cirebon tetap tertata rapi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved