Konflik Kamboja vs Thailand

Perang Thailand vs Kamboja Masih Panas, 10 Peluru Artileri Nyasar ke Laos

Sepuluh peluru artileri yang terlontar dari perang Thailand vs Kamboja dikabarkan 'nyasar' ke Laos hingga mengakibatkan bangunan hancur.

|
Dokumentasi Kmher Times
KUIL BUDDHA RUSAK - Kuil bagi Umat Buddha di Kamboja yang dilaporkan rusak akibat serangan militer Thailand. Peluru artileri yang terlontar dari perang Thailand vs Kamboja dikabarkan 'nyasar' ke Laos hingga mengakibatkan bangunan hancur. Tak hanya satu, dikabarkan ada 10 peluru artileri yang nyasar ke Laos. Namun demikian, belum ada laporan apakah peluru artileri yang nyasar tersebut melukai warga sipil. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Thailand - Peluru artileri yang terlontar dari perang Thailand vs Kamboja dikabarkan 'nyasar' ke Laos hingga mengakibatkan bangunan hancur.

Tak hanya satu, dikabarkan ada 10 peluru artileri yang nyasar ke Laos. Namun demikian, belum ada laporan apakah peluru artileri yang nyasar tersebut melukai warga sipil.

Dalam tiga hari terakhir, dua negara bertetangga di Asia Tenggara, Thailand dan Kamboja, trelibat konflik dan saling serang.

Kedua negara itu memperebutkan satu wilayah di perbatasan. Berdasarkan informasi, sebanyak 33 orang tewas, mayoritas warga sipil.

Terbaru, perang dua negara itu dikabarkan ikut menyasar negara lain, yakni Laos.

Dikutip dari Tribunnews.com yang mengutip Bangkok Post, Thailand, Kamboja, dan Laos adalah 3 negara yang tetangga.

Peluru artileri yang dikabarkan ikut menyasar Laos itu terjadi pada Sabtu (26/7/2025).

Adapun peluru artileri merupakan proyektil berukuran besar yang  biasanya ditembakkan dari meriam.

Bahkan dikabarkan, peluru 'nyasar' tersebut merusak properti bangunan di Laos.

Thailand pun bereaksi dan membantah peluru itu ditembakkan oleh anggota militernya.

Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand Mayor Jenderal Winthai Suvaree mengatakan, Thailand mengendalikan persenjataannya secara ketat sesuai dengan protokol internasional.

Ia menuduh Kamboja telah menggunakan senjata pendukung jarak jauh terhadap sasaran sipil sejak perang tiga hari lalu.

"Ini menunjukkan bahwa tindakan ini disengaja untuk menyesatkan pengamat internasional mengenai peran Thailand," ujarnya, Sabtu (26/7/2025).

Angkatan Darat Thailand mengunggah dokumen bukti dari Laos di laman Facebook-nya. 

Terjemahan dalam bahasa Laos menyatakan bahwa 10 peluru dari konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja mendarat di wilayah Laos Jumat kemarin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved