Berita Lampung

Gempa Bumi 5,0 Magnitudo di Lampung Utara Tak Berpotensi Tsunami

Rudi Harianto mengatakan, pihaknya mencatat gempa 5,0 magnitudo di Lampura tapi tidak berpotensi tsunami.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
TAK BERPOTENSI TSUNAMI - Gempa Bumi 5,0 Magnitudo di Lampung Utara tak berpotensi tsunami, Kamis (28/8/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat adanya gempa bumi mencapai magnitudo 5,0 di Kabupaten Lampung Utara.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Meteorologi Radin Inten II Lampung Rudi Harianto mengatakan, pihaknya mencatat gempa 5,0 magnitudo di Lampura tapi tidak berpotensi tsunami. 

"Gempa bumi tektonik magnitudo 5,0 di Lampung Utara tidak berpotensi tsunami, kejadian tersebut pada 09.15.43 WIB wilayah Sungkai Tengah, Lampung Utara, dengan kedalaman 184 km," kata Rudi Harianto, saat diwawancarai Tribun Lampung via chat whatsapp, Kamis (28/8/2025). 

Ia mengatakan, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono telah menyampaikan bahwa dengan rekomendasi kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang.

Serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Dengan ketinggian gelombang laut saat ini mencapai ketinggian 2,5 meter, diharapkan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," ujar Rudi. 

Pihaknya meminta agar periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi pada batuan dalam lempeng. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust," terangnya.

Dampak gempa bumi berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di beberapa daerah. 

Diantaranya Kota Panaragan, Sungkai Barat, Sungkai Tengah, Sungkai Utara, Kota Kotabumi, Lampung Utara.

Kota Pringsewu dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah). 

Terasa getaran seakan akan truk berlalu dan daerah Kota Agung dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah). 

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. 

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Gempa bumi susulan hingga pukul 09.23 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata Rudi. 

Rekomendasi BMKG diharapkan masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG.

Disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Informasi tinggi gelombang berlaku dari 28 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB sampai dengan 31 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB. 

Dengan kondisi sinoptik pola angin di Wilayah Perairan Provinsi Lampung pada umumnya bergerak dari arah Timur hingga Selatan.

Dengan kecepatan angin berkisar antara 225 Knot, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung dan Perairan Teluk Lampung bagian Selatan.

Peringatan dini tinggi gelombang 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di perairan Teluk Lampung Bagian Selatan.

Dengan saran keselamatan berisiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter. 

Kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter. 

Tinggi gelombang 2.5-4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung.

Dengan saran keselamatan berisiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m.

Kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter. 

Kapal ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 meter.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved