Lampung Barat
Kisah Kepala TNBBS Halau Kawanan Gajah, Terjebak 5 Jam di Atas Pohon Petai
Warga dan petugas berusaha memblokade gajah agar tidak masuk ke permukiman penduduk yang hanya berjarak 700 meter dari TNBBS.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Api berkobar cukup besar di perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dengan Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, Kamis (31/12/2020) malam.
Api unggun itu memang sengaja dibuat oleh sejumlah warga Pekon Sukamarga bersama aparat Kecamatan Suoh dan petugas TNBBS di perbatasan TNBBS.
Namun, mereka tidak sedang merayakan tahun baru.
Api tersebut dinyalakan untuk menghalau 12 ekor gajah yang sering berkonflik dengan warga.
Baca juga: Giring Gajah Tanpa Pengawasan Satgas, 2 Warga Bandar Negeri Suoh Alami Luka Cukup Serius di Kaki
Baca juga: Gajah Liar yang Masuk Pemukiman Warga Telah Diusir Kembali ke Hutan TNBBS
Warga dan petugas berusaha memblokade gajah agar tidak masuk ke permukiman penduduk yang hanya berjarak 700 meter dari TNBBS.
Nahas, seorang petugas TNBBS terjebak di atas pohon petai selama lima jam saat berupaya menghalau kawanan gajah tersebut.
Peristiwa ini pun direkam oleh anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat Sugeng Kinaryo Hadi.
"Api unggun antisipasi warga Pekon Sukamarga. Informasi Pak Sulki (kepala TNBBS Resort Suoh) saat ini terjebak di atas pohon, dan sampai jam 8 (malam) ini kawanan rombongan gajah masih berpencar mengelilingi pohon yang dinaiki Pak Sulki," kata Sugeng dalam rekaman videonya.
Saat dikonfirmasi, Kepala TNBBS Resort Suoh Sulki membenarkan peristiwa tersebut.
Baca juga: Perkara Dugaan Korupsi Rp 10 Miliar di BUMD Lampung Barat Segera Disidangkan
Baca juga: Di Balik Kisah Viral Dokter Anak Buruh asal Lampung Barat Lulus CPNS Kemenkumham RI
Ia mengaku sempat terjebak di atas pohon saat menghalau kawanan gajah.
"Jadi ceritanya posisi tanjakan. Kebetulan kaki saya kan gak kuat karena pernah cedera," ungkap Sulki seraya tertawa, Jumat (1/1/2020).
Sulki menjelaskan, malam itu ia bersama anggota Resort Suoh Polhut, Satgas BPBD, Camat Suoh, anggota DPRD, polisi, TNI, peratin Suoh, dan warga berencana menghalau kawanan gajah yang akan masuk kampung.
"Saat mantau gajah ke atas (TNBBS) emang habis Magrib, dan saya sampaikan untuk atur posisi. Jangan sampai di bawah posisi (kawanan) gajah," ungkapnya.
Sulki menuturkan, bekas cedera di kakinya tersebut menjadi kelemahannya jika harus berlari untuk menghindar saat gajah mendekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kisah-kepala-tnbbs-halau-kawanan-gajah.jpg)