Berita Lampung

Pemuka Agama Katolik Harap Aksi Damai di Lampung Berjalan Aman dan Tertib

Pemuka Agama Katolik Romo Pilipus Suroyo berharap aksi damai di Lampung dapat berjalan dengan aman dan tertib

Tayang:
istimewa
AMAN DAN TERTIB - Pemuka Agama Katolik Romo Pilipus Suroyo berharap aksi damai di Lampung dapat berjalan dengan aman dan tertib, Minggu (31/8/2025). AMAN DAN TERTIB - 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemuka Agama Katolik Romo Pilipus Suroyo berharap aksi damai di Lampung dapat berjalan dengan aman dan tertib.

Ia juag berharap organisasi masyarakat (Ormas) dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

"Tetap jaga kondisi yang tenang. Tetap jaga kondusivitas. Dalam menyampaikan aspirasi mengedapankan komunikasi yang elegan. Aspirasi tetap disampaikan dengan bahasa yang baik," ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Ia mengatakan dirinya telah berkordinasi dengan organisasi masyarakat (Ormas) jika hendak turun tetap memperhatikan etika yang  baik.

"Tadi saya juga sudah berkordinasi dengan Pemuda Katolik. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. Ikatan Sarjana Katolik Indonesia jika hendak menyampaikan aspirasi pakai etika yang baik," ujarnya.

"Tidak menggunakan bahasa yang arogan. Sebagai orang terdidik kan harus mencermikan atitude yang bagus. Kaum intelektual, etikanya harus dijaga," sambungnya.

Ia berharap peserta aksi mengedepankan dialog.

"Musyawarah bersama demi kebaikan bersama. Untuk kesejahteraan. Untuk keadilan.  Yang selama ini dirindukan banyak orang," ujarnya.

Ia berharap peserta aksi tidak terprovokasi.

Ia juga mengimbau masyarakat, untuk tidak mudah percaya dengan berita tidak benar (hoaks)

"Jangan mudah terprovokasi dengan berita yang berseliweran di media maya. Seringkali orang mudah terprovokasi," ujarnya.

"Jika melihat suatu informasi atau berita wajib diverifikasi kebenarannya terlebih dahulu. Sehingga kita tidak terprovokasi," sambungnya.

Ia pun berharap peserta aksi maupun media masa dapat membangun narasi yang baik, positif.

Ia juga meminta kepada para pejabat untuk membuka ruang publik untuk berdialog.

"Ya untuk eksekutif, dan legislatif bisa membuka ruang dialog. Sehingga dapat memperjuangkan kesejahteraan terutama. Bagi mereka yang kekurangan dan yang terabaikan," ujarnya.

Ia juga berharap aparatur yang mengamankan dapat memberikan pengayoman yang terbaik.

"Bagi aparatur dalam pengamanan dapat mengedepankan pendekatan yang humanis dan pendekatan-pendekatan personal. Dan tidak memilih pendekatan kekerasan, yang justru jadi pemantik. Yang dapat menimbulkan masalah yang baru," tukasnya

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved