Berita Lampug
Kelas Migran Vokasi Ternyata Diminati meski Baru Dilaksanakan di Lampung
Adapun tujuan program Kelas Migran Vokasi ini yakni melahirkan tenaga kerja muda yang tidak hanya siap secara keterampilan.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Program Kelas Migran Vokasi untuk siswa SMA/SMK, yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung menjadi yang pertama di Indonesia.
Adapun tujuan program Kelas Migran Vokasi ini yakni melahirkan tenaga kerja muda yang tidak hanya siap secara keterampilan. Tetapi juga profesional dan terlindungi secara hukum.
Tiga siswa dari Kelas Migran Vokasi SMKN 4 Bandar Lampung pun memberikan tanggapan dan juga alasan mengapa mereka tertarik untuk mengikuti Kelas Migran. Padahal program ini baru saja dilaksanakan.
Alwis Yuda Kusumo (18) alumni dari SMKN 4 Bandar Lampung sampai pulang ke Lampung demi bisa ikut Kelas Migran Vokasi. Padahal Alwis sudah bekerja di salah satu hotel di Jakarta.
Dia mengetahui adanya Kelas Migran Vokasi dari gurunya."Saat pertama kali ditawari tentang adanya kelas migran ini saya langsung tertarik,” ungkapnya Selasa (23/9/2025).
Alwis ikut Kelas Migran Vokasi ini untuk jenjang kariernya ke Jepang. Apa lagi, Alwis diajarkan bahasa Jepang dan pelatihan soft skill selama tiga bulan untuk bekal.
Jose Anthonius Munthe (18) yang merupakan alumni SMKN 6 Bandar Lampung mengaku tertarik mengikuti program kelas migran karena ia sangat ingin bekerja di Jepang dibandingkan di Indonesia.
“Saya mengikuti kelas migran vokasi ini untuk membantu saya memahami budaya dan bahasa yang ada di Jepang,” jelasnya.
“Saya sangat tertarik mengikuti program ini karena ingin bekerja di Jepang,” tambahnya.
Ardjun Setiawan Dani (19) alumni dari SMKN 4 Bandar Lampung juga sangat bersyukur dengan adanya program kelas migran ini.
Sebab, menurut dia, untuk mengikuti pelatihan dan belajar bahasa untuk bekerja di Jepang itu sangatlah mahal. Program ini justru jauh lebih murah.
“Program ini sangat bagus, karena untuk biaya pelatihan ke jepang sangatlah terjangkau dibandingkan kursus-kursus lainnya yang dikelola oleh pihak swasta,” ucapnya.
“Setelah saya riset biaya untuk pelatihan Bahasa Jepang itu lebih dari Rp.10.000.000, namun dengan adanya program ini biayanya jadi Rp 2.500.000 saja,” tambahnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Bintang Puji Anggraini)
| Kondisi Remaja 13 Tahun Seusai Dibacok di Metro, Alami Luka Parah di Tangan |
|
|---|
| Pria Lari Kencang Tabrak Pintu Kaca Minimarket di Pringsewu Lampung sampai Jebol |
|
|---|
| Lampung Tengah Siapkan Keberangkatan JCH 2026, 3 Kloter dan 1 Kloter Gabungan Bertahap |
|
|---|
| Viral Warga Blokir Rel Kereta Api di Garuntang Bandar Lampung Buntut Kecelakaan |
|
|---|
| Tunggu Proses di Provinsi, KBM Sekolah Siger Bandar Lampung Tetap Berjalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kelas-Migran-Vokasi-Diminati-meski-Baru-Dilaksanakan-di-Lampung.jpg)