Berita Lampung

Curhat Sopir Angkot di Bandar Lampung Jelang Pengaktifan Kembali Trayek

Dari pantauan di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, Kamis (29/1/2026), tampak beberapa angkot sedang menunggu penumpang.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
SAMBUT BAIK - Sejumlah sopir angkot trayek Rajabasa–Tanjungkarang menyambut positif wacana pengaktifan kembali trayek yang selama ini kurang optimal. 

Namun, Adi menyoroti realitas di lapangan yang menunjukkan jumlah penumpang angkot terus menurun drastis.

Hal ini berdampak langsung pada pendapatan harian sopir.

"Penumpang berkurang. Kalau rata-rata kita kerja dari pagi, saya biasanya keluar jam 4–5 pagi, ada juga yang jam 7," jelasnya.

Dengan jam kerja yang panjang tersebut, Adi mengaku pendapatan bersih yang diterima kerap berada di bawah Rp 100 ribu per hari.

"Pendapatan di bawah Rp 100 ribu," ucapnya.

Menurut Adi, salah satu faktor utama menurunnya penumpang angkot adalah kalah bersaing dengan transportasi online yang dinilai lebih praktis dan mudah diakses masyarakat.

Karena itu, ia berharap pengaktifan kembali trayek angkot tidak disertai dengan aturan yang justru membebani sopir, terutama dalam kondisi ekonomi yang sulit.

"Harapannya pengaktifan trayek ini tidak membebankan sopir," kata Adi.

Para sopir berharap pemerintah tidak hanya mengaktifkan trayek secara administratif, tetapi juga memberikan solusi nyata agar angkot kembali diminati masyarakat.

Sehingga keberlangsungan mata pencaharian sopir angkot tetap terjaga di tengah perubahan moda transportasi perkotaan.

Evaluasi

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung menyebut trayek angkutan kota masih menggunakan yang lama.

Kepala Dishub Kota Bandar Lampung Socrat Pringgodanu menyatakan, pengoperasian kembali angkutan umum berupa bus dan angkot masih dalam tahap persiapan dan evaluasi.

"Hingga kini layanan transportasi umum yang baru belum berjalan resmi dan masih menggunakan jalur atau trayek yang lama," ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Menurut Socrat, trayek angkutan dalam kota masih mengacu pada rute lama yang pernah ada sebelum dihentikan pada 2024.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved